Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai bisa memaksimalkan peran Jusuf Kalla (JK) sebagai wapres untuk melobi Partai Golkar guna bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Hal itu dikatakan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris di Jakarta.
"Ini semacam memberi mandat ke JK untuk melobi karena sampai saat ini JK masih kader Golkar dan masih punya kekuatan di sana, walaupun tidak menduduki posisi struktural dalam kepengurusan," kata Syamsuddin, Jumat (10/10/2014).
Ia menjelaskan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah JK mesti menjadi bagian dari pengambilalihan kepemimpinan Partai Golkar.
"Artinya, JK mesti menggalang dana bagi lawan-lawan politik Aburizal Bakrie untuk merebut kursi pimpinan dalam Munas Golkar nantinya," ujarnya.
Menurut Syamsuddin, apabila posisi ketua umum dapat direbut dengan dukungan dari JK, kemungkinan besar dukungan Golkar nantinya lebih condong ke KIH.
Ia juga menambahkan, JK memiliki pengalaman yang banyak di pemerintahan sehingga ia sudah matang dalam melakukan lobi-lobi politik.
"Pengalamannya jadi wapres juga bisa membantu Jokowi untuk melaksanakan pemerintahan lima tahun ke depan," ujarnya.
Selain itu, JK juga punya pengalaman menjadi negosiator dalam penyelesaian konflik di Aceh, Ambon, dan Poso. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas