News / Nasional
Jum'at, 10 Oktober 2014 | 17:04 WIB
Diskusi politik bertema "Selamatkan Demokrasi Indonesia". [suara.com/Nur Ichsan]

Suara.com - Peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam, menganggap pernyataan Wakil Ketua Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang disebut akan berusaha melengserkan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) merupakan emosi sesaat.

"Itu hanya faktor emosional saja. Pasalnya dia sudah membiayai cukup banyak untuk pemilihan gubernur DKI, masalahnya karena sudah keluar banyak uang," kata Asvi di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Asvi menambahkan, untuk masalah ini sebenarnya Prabowo dan Hashim yang dianggap dominan. Untuk anggota Koalisi Merah Putih (KMP) seharusnya mempunyai sikap sendiri tidak harus mengikuti emosionalnya Prabowo.

"Seyogyanya tidak begitu saja diikuti oleh anggota KMP yang lain, kalo mereka mempunyai sikap sendiri," imbuhnya.

Seperti diketahui,  Hashim pernah mengungkapkan sekitar 90 persen biaya kampanye Jokowi saat maju bersama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 lalu, merupakan uang dari koceknya.

Load More