Suara.com - Penerbangan menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, kembali terganggu kabut asap. Akibatnya, dua maskapai harus berputar-putar terlebih dahulu selama 30 hingga 60 menit sebelum akhirnya bisa mendarat Sabtu (11/10/2014) pagi.
"Dua maskapai yang terlambat mendarat adalah Garuda dan Citillink. Garuda sekitar 30 menit dan Citilink sampai lebih dari 60 menit," ungkap Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II), Toni Hendrik di Pekanbaru, Sabtu (11/10/2014).
Dia mengatakan, Citilink dijadwalkan mendarat pada pukul 07.15 WIB dan baru berhasil sekitar pukul 08.15 WIB. Keterlambatan disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah jarak pandang pilot yang terbatas karena kabut asap yang kembali menebal beberapa hari terakhir.
"Jarak pandang hanya berkisar 800 meter sejak pukul 07.00 WIB sampai siang," katanya.
Ditambahkannya, dengan jarak pandang di bawah 1.000 meter maka petugas "Air Traffic Control" (ATC) akan memberikan peringatan kepada pilot untuk lebih berhati-hati. Namun begitu, ia mengatakan untuk hari ini tidak ada keterlambatan yang signifikan.
"Keterlambatan yang terjadi tidak signifikan, hanya dua maskapai yang mengalami penundaan. Tidak ada penerbangan yang dialihkan atau mengalami perubahan jadwal," katanya.
Maskapai lainnya yang mengalami keterlambatan adalah Garuda Indonesia yang juga harus berputar-putar di Pekanbaru sebelum mendarat. Pesawat dari Jakarta itu dijadwalkan mendarat pada pukul 07.30 WIB, namun baru bisa melakukannya sekitar pukul 08.00 WIB. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026
-
Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT
-
John Herdman Berburu Kiper Pelengkap 23 Pemain Inti Skuad Garuda
-
Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular
-
BRI Gandeng Plataran Indonesia Hadirkan BRI Wellness Experience Pertama dan Terbesar di Jakarta