Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan meski belum semua fraksi menyerahkan nama untuk ditempatkan menjadi anggota komisi dan alat kelengkapan dewan, mereka sudah bisa bekerja.
Sedangkan lima fraksi yang sampai hari ini belum mau menyerahkan nama anggota, belum bisa bekerja.
"Kelima fraksi itu sekarang tidak boleh rapat AKD karena bukan anggota, namun nonton boleh sama seperti wartawan," ujar Fahri di DPR, Jakarta, Kamis (23/10/2014).
Kelima fraksi yang disindir Fahri adalah PDI Perjuangan, PKB, Hanura, Nasdem, dan PPP.
Fahri mengatakan komisi sudah bisa berjalan dengan pimpinan sementara yang diambil dari pimpinan DPR. Agus Hermanto memimpin Komisi IV, V, VI, dan VII. Fahri memimpin Komisi VIII, IX, X, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), dan Mahkamah Kehormatan Dewan. Sedangkan Fadli Zon memimpin Komisi I, II, III.
"Menurut saya, lima fraksi itu sudah 100 persen, bahkan hitungannya tiga fraksi itu sudah quorum. Ada juga pandangan yang bilang kuorum itu harus 10 fraksi, saya bilang kok gitu? Yang sudah setor kan lima fraksi. Ini kan Dewan harus kerja," kata dia.
Dalam rapat paripurna lanjutan tadi, anggota Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima meminta kejelasan soal mekanisme pemilihan pimpinan komisi. PDI Perjuangan, kata dia, baru mau menyerahkan nama-nama anggota setelah semuanya jelas.
"Slot nama itu implikasinya untuk soal pimpinan komisi, harusnya pimpinan bisa mengakomodirnya. Kita jangan naif, sehabis penyerahan nama itu pasti penunjukan pimpinan, nah kita ingin jelas berapa-berapanya (jatah PDI Perjuangan) biar bisa jalan," ujar Aria Bima yang mengatakan sudah mengantongi nama-nama anggota Fraksi PDI Perjuangan untuk ditempatkan di komisi dan alat kelengkapan dewan. [Bagus Santosa]
Berita Terkait
-
59 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi, Komnas HAM Minta Dudung Lapor ke Prabowo soal Papua
-
Ini 6 Mobil Bekas yang Harganya Stabil dan Paling Banyak Dicari
-
Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Gibran: Maaf, Ya
-
Mau Quality Time Hemat di Tempat Hits? Intip Promo BRI yang Satu Ini
-
Kejagung Sita Rp 5 Miliar dari Ferry Boboho, Disebut Bagian dari Rp 40 Miliar Tan Kian
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Mantra untuk Cinta dan Brengseknya Dunia: Ketika Sebuah Buku Jadi Penyelamat
-
Ini 6 Mobil Bekas yang Harganya Stabil dan Paling Banyak Dicari
-
Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Gibran: Maaf, Ya
-
Mau Quality Time Hemat di Tempat Hits? Intip Promo BRI yang Satu Ini
-
Kejagung Sita Rp 5 Miliar dari Ferry Boboho, Disebut Bagian dari Rp 40 Miliar Tan Kian
-
KPK Periksa 3 Saksi Baru dalam Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Rp145,5 Miliar
-
Tanaman Monstera dan Sirih Gading Menurut Feng Shui Pembawa Hoki, Ini Penjelasannya
-
Mengapa Purbaya Ngotot Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN?
-
Demi Hemat Anggaran, 36 Ribu Kades Minta Jabatan Diperpanjang, DPR: Ancam Demokrasi
-
Profil Abah Setu, Pimpinan Majelis Dzikir di Bekasi yang Diduga Hina Nabi Muhammad SAW