Suara.com - Anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur I, Honing Sani, menggugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas surat pemecatan yang sekaligus menggugurkan haknya menjadi anggota DPR periode 2014-2019. Hari ini, Kamis (13/11/2014), sidang perdana digelar.
"Honing sudah dilantik, tetapi karena arogansi dari salah satu pengurus DPP PDI Perjuangan, lalu minta supaya anggota dipecat dan di PAW," kata pengacara Honing, Petrus Bala Pattyona, kepada suara.com.
Petrus menjelaskan Honin telah ditetapkan oleh KPU dan telah dilantik menjadi angggota DPR pada 1 Oktober 2014.
"Lalu ada caleg gagal lewat Ketua PDI Perjuangan, Bu Mega, Pak Cahyo Kumolo, mengirim surat ke pimpinan DPR RI supaya Honin diganti," katanya.
Atas tindakan tersebut, Honing menggugat ke pengadilan dalam rangka membela diri berdasarkan UU MD3.
Selain Honing, kata Petrus, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR lainnya, Rahmat Handoyo, juga mengalami nasib yang sama. Anggota DPR dari Dapil Jateng 5 itu juga diberhentikan.
"Rahmat Handoyo dari Jateng V juga dipecat. Sama seperti Honing, dipecat dengan alasan AD/RT," kata Petrus.
Petrus menilai alasan untuk memberhentikan mereka mengada-ada.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
-
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
-
Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?
-
Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu
-
KPI Dorong Perempuan Jadi Pengawas Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Partisipan