Suara.com - Badan Narkotika Nasional Kota Denpasar melakukan tes urine kepada para polisi yang bertugas di Kepolisian Resor Kota Denpasar, sebagai bentuk antisipasi bahaya narkotika.
"Ini permintaan khusus Polresta Denpasar yang ingin beberapa personelnya dites urine untuk mengetahui ada tidaknya anggota yang terlibat dalam pusaran narkoba," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN Denpasar, Agung Putra Wijaya di Denpasar, Jumat (14/11/2014).
Menurut dia, BNN meminta 50 sampel urine anggota kepolisian untuk dites kandungan narkotika.
Satu per satu, anggota kepolisian itu mengantre di toilet setempat untuk diambil sampel urinenya.
Tes urine tersebut merupakan tes ketiga dalam tahun 2014 yang diberikan kepada para anggota kepolisian di Polresta Denpasar.
"Selama pelaksanaan tes urine itu, belum ada anggota yang positif narkotika. Mereka sangat antusias mengikuti tes urine ini," ucapnya.
Wakil Kepala Polresta Denpasar Ajun Komisaris Besar Nyoman Artana menjelaskan, bahwa adanya tes urine yang dilakukan kepada 50 orang anggota kepolisian sebagai bentuk kebijakan Polri untuk menindak apabila ada anggota yang terlibat di dunia haram narkotika.
"Tes urine ini menyasar anggota yang kami anggap perlu dilakukan pemeriksaan. Ini dilakukan sebagai kebijakan Kapolri yang salah satunya terkait tindak pidana keterlibatan narkotika," katanya.
Ia berjanji apabila ada anggota yang terlibat baik sebagai pelaku perdagangan gelap narkotika ataupun pengguna barang haram itu, instansinya tidak segan-segan akan memberikan sanksi berupa pemecatan dengan tidak hormat.
"Polresta Denpasar selama tiga bulan ini akan gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Tetapi apabila setelah tiga bulan itu ada anggota terlibat tentu ada sanksi tegas berupa pemecatan," tegasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir