Suara.com - Penyidik KPK akan memeriksa sejumlah PNS untuk mengusut kasus dana Pendidikan Luar Sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2007.
"Semuanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MDT (Marthen Luther Dira Tome yang sekarang jadi Bupati Sabu Raijua)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Selasa (18/11/2014).
Para PNS yang akan diperiksa adalah Gloripkah M. Adoe, Mira Merlin Nalle, John Agustinus Radja Pono, Parni Kia.
Selain itu, KPK juga akan memeriksa Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Thobias Uly.
Marthen Luther Dira Tome telah ditetapkan KPK menjadi tersangka pada Senin (17/11/2014). Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi saat masih menjadi bawahan John Manulangga (dulu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT). John sekarang sudah wafat.
Kasus dugaan korupsi dana Pendidikan Luar Sekolah di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT senilai Rp 77,675 miliar. Kasus ini diambil alih KPK dari Kejaksaan Tinggi NTT sejak September 2014.
KPK menemukan kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp59 miliar. Jumlahnya jauh lebih besar dibanding yang ditemukan pihak penyidik Kejaksaan Tinggi NTT yang hanya berjumlah Rp2,3 miliar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK