Suara.com - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan Hasan Husairi Lubis mengatakan tidak keberatan dengan keputusan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mencabut subsidi harga BBM untuk dialihkan ke sektor penting lainnya.
"Secara pribadi, saya tidak keberatan atas kenaikan harga BBM. Sepanjang, keperluannya untuk kesejahteraan rakyat melalui pembangunan infrastruktur kita yang sangat buruk, perbaikan mutu pendidikan, pelaksanaan kesehatan yang baik, terutama alat dan dokter yang bekerja secara profesional," kata Hasan kepada suara.com, Selasa (18/11/2014).
Hasan menekankan pentingnya perbaikan sistem sehingga pengalihan subsidi harga BBM betul-betul tepat sasaran atau sampai kepada masyarakat yang membutuhkannya.
"Perbaiki sistem dan yang menjalankan harus orang yang bisa pegang amanah," kata Hasan.
Hasan mengatakan pentingnya mengambil pelajaran dari keberhasilan Malaysia dalam mengelola kebijakan.
"Belajarlah yang baik dari negara tetangga, Malaysia, serumpun Melayu. Tidak usah dari negeri yang jauh-jauh," katanya.
Hasan menyontohkan bagaimana rumah sakit milik pemerintah Malaysia berhasil memberikan fasilitas dan pelayanan yang sangat baik kepada pasien.
"Pengalaman saya baru pulang bawa istri cek dan berobat di Rumah Sakit Putra Jaya milik pemerintah (Malaysia) tidak mahal, obat yang paten dan penanganan dokter yang sangat baik. Ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi di Jakarta," katanya.
Lebih jauh, Hasan mengatakan setelah harga BBM subsidi naik, maka mutu dan kualitas BBM harus dibuat setara dengan harga saat ini. Ia tidak ingin Indonesia kalah dengan negara tetangga dalam hal yang positif.
"Di Malaysia pendapat perkapita lebih tinggi dari kita. Harga minyaknya sama dengan kita," katanya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/11/2014) malam. Harganya menjadi Rp8.500 per liter, naik Rp2.000 dari sebelumnya Rp6.500 per liter. Turut naik juga solar menjadi Rp7.500 per liter. Naik Rp 2.000 dari sebelumnya Rp5.500 per liter. Kenaikan harga ini berlaku mulai pukul 00.00 WIB tadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Terkini
-
Ada Apa? Rapat Perdana Anggaran BGN di DPR Mendadak Digelar Tertutup
-
Mendagri Teken SEB dengan Kepala BPS, Minta Pemda Dukung Sensus Ekonomi 2026
-
Kritik Keras DPR Soal Anggaran Pendidikan 2027: Jangan Cuma Fokus Fisik, Guru Juga Butuh Sejahtera!
-
Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Perangkat Desa Rp2,4 M! Libatkan 3 Kades Demi Kumpulkan Upeti
-
Pengamat Soroti Dominasi 'Geng Solo' di Kabinet Prabowo, Singgung Risiko Vacuum of Power
-
Soal Peluang Kerja WNI di Jerman hingga Perdamaian, Ini Obrolan Prabowo dan Presiden Steinmeier
-
Ilmuwan Temukan Cara Baru Daur Ulang Plastik Tanpa Pelarut, Bisakah Jadi Jawaban Krisis Sampah?
-
Tak Perlu Dapur Baru! DPR: Libatkan Kantin untuk Makan Gratis Sudah Kami Sarankan Lama
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
-
Gempar! 326 Kepala Sekolah di Sulsel Mundur Serentak, DPR Cium Adanya Tekanan