Suara.com - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Emil Salim mendukung rencana pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Kata dia, sudah saatnya untuk menaikkan harga BBM bersubsidi yang tidak dinikmati orang miskin itu.
"Harga BBM bersubsidi harus naik. Saat ini, BBM bersubsidi hanya dinikmati pemilik mobil, orang miskin tidak menikmati itu," kata Emil saat ditemui di Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Selasa (14/10/2014).
Menurut Emil, pemerintahan Jokowi-JK harus tetap berani mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM subsidi, walaupun kondisi politik Indonesia saat ini kurang kondisif, lantaran partai pendukung pemerintah masih minoritas di Parlemen.
"Jangan kalian korbankan kepentingan bangsa ini karena ego politik masing-masing," tegasnya.
Dia mengungkapkan, kenaikkan harga BBM subsidi akan menghemat anggaran pemerintah, sehingga biaya penghematan tersebut bisa digunakan untuk membangun infrastruktur, sekolah, rumah sakit, dan lainnya.
"Bangun jembatan, sekolah, rumah sakit, semua orang baik miskin maupun kaya bisa menikmati
bersama-sama. Kalau BBM subsidi? Hanya orang kaya dan yang punya mobil yang bisa menikmati, yang miskin tidak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat
-
Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topce
-
Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram
-
PHK Tembus 15.425 Orang, Pemerintah Diminta Hati-hati Susun Aturan IHT
-
Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu
-
Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi
-
Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Turun, Antam Masih Kokoh!
-
Mental Baja, Kisah Pensiunan PNS Sulap Rumah Kosong 20 Tahun di Tengah Sawah Jadi Kafe Megah