Suara.com - Ketua Fraksi Gerindra DPR Ahmad Muzani meminta pemerintah Presiden Joko Widodo untuk mencabut kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
"Fraksi Gerindra ingin ketuk pemerintah Jokowi untuk mencabut kebijakan tersebut dan kembalikan ke harganya semula," kata Ahmad Muzani, Rabu (19/11/2014).
Ahmad Muzani menambahkan setelah harga BBM naik, pengusaha angkutan umum langsung menaikkan tarif angkutan.
Kenaikan tarif angkutan umum, kata dia, akan membuat efek domino. Harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat juga akan naik.
"Itu akan berdampak pada kenaikan barang dan komponen yang menggunakan jasa angkutan. Itu akan alami juga pada penurunan daya beli dan membuat kemiskinan baru," tuturnya.
Menurut Muzani, waktu kenaikan harga BBM tidak tepat karena harga minyak dunia sedang mengalami penurunan dan sejumlah negara menurunkan harga BBM.
"Ini yang tidak terjadi di Indonesia," ujar dia.
Terkait dengan gagasan untuk mendorong DPR menggunakan hak interpelasi, Muzani mengatakan sejauh ini belum ada komunikasi dengan seluruh fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih.
"Belum ada pembicaraan dengan KMP. Tapi tidak menutup Gerindra gunakan hak kedewanannya," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun