Suara.com - Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengharapkan anggaran pembelanjaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat dialokasikan untuk pengembangan Indonesia Timur agar menekan pembiayaan distribusi logistik.
"Bila anggaran itu digunakan untuk mengembangkan daerah-daerah timur maka akan membantu program pemerintah untuk mengembangkan pendistribusian barang dan logistik ke sana," kata Mahendra Rianto Wakil Ketua Umum ALI di Jakarta, Senin, (17/11/2014).
Mahendra mengatakan anggaran untuk BBM dialokasikan sebagai intensif kepada industri-industri untuk membuat pabriknya di wilayah timur sehingga akan membuat lapangan pekerjaan dan pertumbuhan produksi.
Ia menambahkan pertumbuhan produksi akan menimbulkan pergerakan barang melalui pendistribusian sehingga biaya-biaya pendistribusian dari wilayah Jawa ke wilayah timur seperti saat ini dapat berkurang.
Berkurangnya pendistribusian barang dari wilayah Jawa ke wilayah timur akan mengurangi beban biaya logistik sehingga masyarakat timur tidak akan menanggung beban biaya pengiriman yang mahal.
Selain itu, dia mengatakan pembangunan sarana transportasi laut harus dilakukan dengan cepat karena pengiriman barang menggunakan laut lebih murah dibandingkan melalui transportasi darat.
Mahendra menambahkan penggunaan transportasi darat sebagai bahan media pengiriman logistik harus menggunakan armada yang banyak dibandingkan menggunakan transportasi laut sehingga mengurangi biaya operasional yang otomatis mengurangi biaya pengiriman.
"Kalau ada 1.000 kontainer yang akan memindahkan barang dari Jawa ke Medan melalui darat maka akan menggunakan 1.000 truk, namun bila melalui laut dapat menggunakan satu kapal sehingga biaya akan lebih murah," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit
-
Pertahankan Subsidi BBM untuk Rakyat Miskin, Prabowo Subianto: Yang Kaya Jangan Minta!
-
Ketua Banggar DPR Desak Reformasi Kebijakan: 79 Persen Subsidi Pertalite Dinikmati Orang Mampu
-
Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya