Suara.com - Politisi Partai Golkar Chairuman Harahap mengatakan Partai Golkar saat ini membutuhkan tokoh yang kuat untuk menjembatani perpecahan di internal partai. Mantan Ketua Komisi II DPR RI tersebut menyebut Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai orang yang tepat untuk menjadi mediator.
"Beliau cukup arif, selain itu beliau juga pernah menjadi ketua umum Partia Golkar," kata Chairuman kepada suara.com, Rabu (26/11/2014).
Menurut Chairuman, Jusuf Kalla memiliki wibawa untuk mengajak pihak-pihak di internal Partai Golkar yang sekarang sedang bertikai untuk duduk satu meja dan mencari jalan keluar.
"Nanti Pak Jusuf Kalla mengundang para pihak ini untuk bisa melakukan suatu dialog untuk kepentingan partai ke depan," kata Chairuman.
Chairuman yakin Jusuf Kalla akan bersedia bila diminta menjadi penengah.
Selasa (25/11/2014) kemarin, Jusuf Kalla sendiri sudah menyatakan bahwa ia akan menemui sejumlah senior Partai Golkar untuk menjadi penengah. Jusuf Kalla mengatakan beda pendapat itu biasa, tapi jangan sampai terjadi benturan fisik.
Seperti diketahui, saat ini Golkar pecah gara-gara rebutan kursi ketua umum. Kemarin, terjadi keributan lagi di kantor DPP Partai Golkar. Keributan terjadi saat dua kelompok massa Angkatan Muda Partai Golkar saling lempar batu di depan kantor DPP. Polisi sampai diterjunkan ke lokasi untuk mencegah bentrok susulan.
Keributan kembali terjadi sore hari ketika berlangsung rapat pleno. Itu terjadi ketika Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga mengetok palu sebagai tanda Munas IX diselenggarakan tanggal 30 November 2014 di Bali. Peserta rapat yang merasa itu sebagai keputusan sepihak, langsung melempari pimpinan rapat dengan botol air mineral dan memecahkan gelas.
Presidium Penyelamat Partai Golkar saat ini dibentuk setelah kubu Aburizal Bakrie memutuskan akan menggelar Munas IX di Bali sebagaimana hasil Rapimnas di Yogyakarta baru-baru ini. Presidium ini diketuai oleh Wakil Ketua Umum Agung Laksono. Mereka berencana menyelenggarakan Munas IX secara terpisah dari Munas yang akan digelar kelompok Aburizal.
Presidium Penyelamat Partai Golkar akan menyelenggarakan Munas IX pada Januari 2015 di Jakarta sebagaimana yang diamanatkan oleh rapat pleno DPP terdahulu.
Tag
Berita Terkait
-
Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025
-
Ingatkan Pemerintah Jangan Terburu-buru Naikkan Harga BBM, DPR: Harus Jadi Opsi Paling Akhir
-
Hadir di Acara Golkar, Pramono Anung Merasa Di Rumah Sendiri
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba