- Partai Golkar melalui Sekjen Sarmuji menyatakan belum menerima informasi valid mengenai isu reshuffle Kabinet Merah Putih.
- Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa keputusan reshuffle adalah hak prerogatif penuh Presiden.
- Bahlil, yang dikabarkan akan pindah posisi, menyatakan fokus menjalankan tugas menteri sambil menunggu keputusan Presiden.
Suara.com - Partai Golkar angkat bicara menanggapi isu perombakan kabinet atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang disebut bakal dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, mengaku belum mendengar informasi yang valid terkait desas-desus reshuffle yang dikabarkan akan berlangsung pada Februari mendatang.
"Kami belum mendengar info yang valid," kata Sarmuji kepada Suara.com, Rabu (28/1/2026).
Sarmuji mengungkapkan, dirinya bahkan baru mengetahui isu reshuffle tersebut dari pemberitaan media.
"Hanya dengar-dengar dari teman-teman wartawan," ujarnya.
Saat ditanya apakah Partai Golkar siap apabila kader-kadernya yang menjabat sebagai menteri terkena reshuffle, Sarmuji memilih tidak memberikan tanggapan.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut angkat bicara menanggapi santernya isu perombakan kabinet.
Bahlil menegaskan bahwa keputusan pengangkatan maupun pemberhentian menteri sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil menanggapi rumor yang menyebut sejumlah menteri dari Partai Golkar bakal terdampak reshuffle.
Baca Juga: Bukan Reshuffle Besar-besaran, Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Bakal Ganti Wamenkeu
Bahkan, nama Bahlil sendiri disebut-sebut akan bergeser dari posisi Menteri ESDM ke jabatan Menteri Koordinator (Menko), baik Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) maupun Menko Bidang Perekonomian.
Menanggapi kabar tersebut, Bahlil bersikap normatif dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada kepala negara.
"Kita sebagai menteri itu kan pembantu presiden. Yang namanya pembantu presiden, mengangkat, memberhentikan menteri itu adalah hak prerogatif presiden. Ya," ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Bahlil tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kebenaran isu perpindahan posisinya ke kursi Menko.
Ia hanya menegaskan bahwa jabatan menteri merupakan amanah yang bergantung pada kepercayaan Presiden sebagai pemegang mandat kekuasaan.
Ia juga memastikan bahwa saat ini seluruh jajaran menteri tetap fokus menjalankan tugas di kementerian masing-masing sebagai pembantu Presiden.
Berita Terkait
-
Bukan Reshuffle Besar-besaran, Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Bakal Ganti Wamenkeu
-
Isu Reshuffle Memanas: Antara 'Anak Ideologis' dan 'Keponakan', Siapa yang Bertahan di Kabinet?
-
Isu Reshuffle Memanas, Istana Pastikan Sore Ini Fokus pada Pelantikan Dewan Energi Nasional
-
KSP Qodari Jawab Soal Isu Reshuffle Kabinet: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu
-
Reshuffle Kabinet: Menkomdigi Meutya Hafid Dikabarkan Diganti Angga Raka Prabowo
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Resmikan Taman Bendera Pusaka, Pramono Anung Janjikan RTH Jakarta Akan Bening Seperti di Korea
-
Anies Baswedan Tulis Surat Menyentuh untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
-
Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas