News / Nasional
Rabu, 26 November 2014 | 14:46 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kiri) bersama Wakil Ketua Umum Agung Laksono. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo meminta para kader Partai Golkar duduk satu meja dan mencari jalan keluar atas pertikaian yang terjadi menjelang pelaksanaan musyawarah nasional yang ke IX.

"Jadi sekarang tergantung kader Golkar. Kalau gak mau rembugan, ya tunggu partai pecah saja," kata Bambang kepada suara.com, Rabu (26/11/2014).

Ditanya siapa tokoh yang memiliki kapasitas untuk mengajak kader duduk satu meja? Bambang mengatakan partainya memiliki banyak tokoh yang berwibada dan kuat.

Tokoh yang dimaksud Bambang, misalnya Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sarwono Kusumaatmadja, mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung, dan mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla.

"Senior-senior kami, para mantan ketua umum," katanya. "Apalagi Pak JK sekarang di pemerintahan, rembugan dong."

Bambang menekankan bahwa kedua poros yang sekarang bertikai, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, untuk sama-sama mendinginkan kepala dan memikirkan masa depan partai.

"Itu memang butuh kedua pihak mundur selangkah untuk maju bersama," katanya.

Seperti diketahui, saat ini Golkar pecah gara-gara rebutan kursi ketua umum. Kemarin, terjadi keributan lagi di kantor DPP Partai Golkar. Keributan terjadi saat dua kelompok massa Angkatan Muda Partai Golkar saling lempar batu di depan kantor DPP Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat. Polisi sampai diterjunkan ke lokasi untuk menengahi dan mencegah bentrok susulan.

Keributan kembali terjadi sore hari ketika berlangsung rapat pleno. Itu terjadi ketika Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga mengetok palu sebagai tanda Munas IX diselenggarakan tanggal 30 November 2014 di Bali. Peserta rapat yang merasa itu sebagai keputusan sepihak, langsung melempari pimpinan rapat dengan botol air mineral dan memecahkan gelas.

Gara-gara insiden tersebut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno meminta Polri tidak memberikan izin kepada Munas Golkar di Bali sampai situasi Partai Golkar kondusif.

Tag

Load More