- Sebanyak 16 Ormas Islam dan tokoh pesantren sepakat dukung perjuangan kedaulatan Palestina oleh Pemerintah Indonesia.
- Dukungan ini disampaikan usai audiensi tertutup Presiden Prabowo dengan PBNU membahas peran Indonesia di Board of Peace.
- Netanyahu menolak keras Otoritas Palestina berperan pasca-konflik, memperumit gencatan senjata dan memunculkan tantangan diplomasi.
Suara.com - Sebanyak 16 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, didampingi sejumlah tokoh pondok pesantren dari Jawa Barat dan Jawa Timur, secara resmi menyatakan kesepakatan untuk menyokong langkah strategis Pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan kedaulatan Palestina.
Pernyataan dukungan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), setelah melakukan audiensi tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Gus Yahya memaparkan bahwa pertemuan tersebut memberikan perspektif yang mendalam mengenai manuver Indonesia di panggung internasional.
Terdapat tiga poin kesepakatan utama yang dijalin antara ulama dan pemerintah guna memastikan peran Indonesia tetap relevan dan memberikan dampak riil bagi warga Palestina, baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat.
Salah satu isu sentral yang dibahas adalah posisi Indonesia dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian), sebuah inisiatif internasional yang digagas oleh Amerika Serikat.
Presiden Prabowo memberikan penjelasan mendalam mengenai landasan realistis di balik keterlibatan Indonesia dalam dewan tersebut.
Menurut Gus Yahya, keterlibatan Indonesia bertujuan agar gerakan pembelaan terhadap Palestina menjadi lebih terkonsolidasi dan terukur. Meski demikian, langkah ini tidak lepas dari tantangan besar di lapangan yang kian memanas.
Tantangan Diplomasi: Penolakan Keras Netanyahu
Di saat Indonesia berupaya menempuh jalur diplomasi melalui Board of Peace, situasi di lapangan justru menunjukkan kontradiksi yang tajam. Serangan militer Israel masih terus berlangsung dan merenggut puluhan nyawa warga sipil.
Baca Juga: Wamen Stella Christie: Indonesia Punya Kesempatan Pimpin Pendidikan Dunia
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap keterlibatan Otoritas Palestina dalam pemerintahan Jalur Gaza pasca-konflik.
"Perdana menteri mempertegas bahwa Otoritas Palestina tidak akan diberikan peran apa pun dalam pengelolaan Jalur Gaza," bunyi pernyataan resmi dari Kantor PM Israel melalui AFP pada Rabu (4/2/2026).
Sikap keras ini memperumit rencana gencatan senjata yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.
Dalam skema tersebut, posisi politik bangsa Palestina tampak masih abu-abu, sementara fokus utama lebih ditekankan pada demiliterisasi total kelompok perlawanan di Gaza.
Hingga kini, Palestina belum termasuk dalam BoP dan justru Israel yang tergabung di dalamnya.
Sebagai bagian dari struktur di bawah Board of Peace, telah dibentuk Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) yang dipimpin oleh Ali Shaath. Komite ini diisi oleh 15 teknokrat Palestina dengan tugas-tugas spesifik seperti:
Berita Terkait
-
Dari Jayapura ke Panggung Asia: Wendy Brian Ick, Motor Kemenangan Timnas Futsal Indonesia
-
Dari Tugas Akhir ke Panggung Dunia, Film Anak Macan Sabet Best International Short Film
-
Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2031 Menguat, Satu Negara Pesaing Resmi Mundur
-
Profil Nicholas Indra Mjosund, Satu-satunya Pemain Diaspora di Timnas Indonesia U-17
-
Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement