Suara.com - Bila tokoh di internal partai sudah tidak ada yang bisa mendamaikan perbedaan kepentingan antara kelompok Aburizal Bakrie dan Agung Laksono menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional IX, Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo mengusulkan Tentara Nasional Indonesia menjadi penengah.
"Kalau sudah tidak ada lagi (tokoh), ya TNI," kata Bambang kepada suara.com, Kamis (27/11/2014).
Menurut Bambang institusi TNI merupakan institusi yang netral sehingga bisa didengarkan oleh kedua belah pihak.
Seperti diketahui, TNI (dulu ABRI) dan Golkar memiliki hubungan historis yang sangat erat, terutama di zaman kepemimpinan Soeharto, kedua institusi itu sering disebut sebagai dwitunggal.
Ditanya tentang siapa tokoh di institusi TNI yang bisa menjadi mediator? Bambang menyebut Panglima TNI Jenderal Moeldoko.
"Panglima TNI. Jangan diam saja," kata Bambang.
Sebelumnya, Bambang telah meminta para kader Partai Golkar duduk satu meja dan mencari jalan keluar atas pertikaian yang terjadi menjelang pelaksanaan musyawarah nasional.
"Jadi sekarang tergantung kader Golkar. Kalau gak mau rembugan, ya tunggu partai pecah saja," kata Bambang.
Kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk mengajak pihak yang bertikai duduk satu meja, kata Bambang, antara lain Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sarwono Kusumaatmadja, mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung, dan mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla.
"Senior-senior kami, para mantan ketua umum," katanya. "Apalagi Pak JK sekarang di pemerintahan, rembugan dong."
Bambang menekankan bahwa kedua poros yang sekarang bertikai, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, untuk sama-sama mendinginkan kepala dan memikirkan masa depan partai.
"Itu memang butuh kedua pihak mundur selangkah untuk maju bersama," katanya.
Seperti diketahui, saat ini Golkar terbelah gara-gara rebutan kursi ketua umum. Dua hari yang lalu, terjadi keributan lagi di kantor DPP Partai Golkar. Keributan terjadi saat dua kelompok massa Angkatan Muda Partai Golkar saling lempar batu di depan kantor DPP Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat. Polisi sampai diterjunkan ke lokasi untuk menengahi dan mencegah bentrok susulan.
Keributan kembali terjadi sore hari ketika berlangsung rapat pleno. Itu terjadi ketika Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga mengetok palu sebagai tanda Munas IX diselenggarakan tanggal 30 November 2014 di Bali. Peserta rapat yang merasa itu sebagai keputusan sepihak, langsung melempari pimpinan rapat dengan botol air mineral dan memecahkan gelas.
Kelompok Agung Laksono telah membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar. Presidium ini menginginkan Munas IX tetap dilaksanakan Januari 2015.
Gara-gara insiden tersebut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno meminta Polri tidak memberikan izin kepada Munas Golkar di Bali sampai situasi Partai Golkar kondusif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement