Suara.com - Politikus PDI Perjuangan Ario Bimo menyebut Koalisi Indonesia Hebat (KIH) belum total dalam rapat-rapat di Komisi. Meskipun, seluruh fraksi KIH sudah menyetor nama-nama untuk alat kelengkapan dewan di DPR.
"Belum. Understanding kita penyelesaian revisi UU MD3 (Unadang-undang MPR, DPR dan DPRD)," kata Ario, di DPR, Jakarta, Kamis (27/11/2014).
Sebab, menurutnya, yang terpenting adalah penyelesaian revisi UU 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).
Meskipun sejumlah komisi sudah mengadakan rapat, hal itu tidak masalah buat KIH. Seperti yang dilakukan Komisi III dengan rapat panitia seleksi (pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencari pengganti Busyro Muqodas yang masa jabatannya akan habis.
"Ya silakan. Kita nggak ikut. Nggak masalah. Untuk apa? legalitasnya (komisi) juga belum sah dan yang terpenting syarat kuorum harus diikuti," tuturnya.
Lebih jauh, Ario menilai Koalisi Merah Putih (KMP) memang tidak ingin menempuh damai seperti yang sudah disepakati bersama. Kata Ario, ini cuma aksi kadal-kadalan saja karena UU MD3 tidak segera direvisi.
"Saya melihat memang tidak ada keinginan untuk islah ini hanya sekedar keinginan supaya kita memasukan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) dan itu hanya kadal-kadalan main-main politis murahan yang bukan buat kepentingan kebersamaan dewan. Ini Hatta Rajasa loh ya (yang bikin kesepakatan), komitmen Hatta bagaimana? Ini yang teken seorang pimpinan partai. Kalau anggotanya nggak bisa memaknai itu berarti terlihat kepentingan Hatta yang dilecehkan semua pihak atau memang Hatta yang sekedar main-main dengan kesepakatan itu. Kita tertib kita masukan alat kelengkapan dewan, dan yang tidak komit siapa?" dalih Ario.
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania
-
Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun
-
Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir
-
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba
-
3 Jejak Kotor Pete Hegseth Si Dewa Perang yang Doyan Mabuk dan Terjerat Skandal Seks
-
Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya
-
Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz
-
Menhaj Irfan Buka-bukaan Soal War Tiket Haji: Saya yang Tanggung Jawab
-
Nadiem Sebut Audit Kerugian Negara Rp2,1 Triliun Hasil Rekayasa: Terbukti di Sidang
-
5 Fakta Hitam Itamar Ben-Gvir, Anak Buah Netanyahu yang Nodai Kesucian Al Aqsa