Suara.com - Tim Indonesia akhirnya melaju ke babak final Axiata Cup 2014, setelah unggul selisih game atas Malaysia, dalam pertandingan semifinal yang digelar di Badminton Stadium Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (6/12/2014).
"Kami bersyukur dapat lolos ke final. Meski skornya imbang 2-2, kami bisa menang selisih game. Tentu ini tidak terlepas dari kerja keras atlet kita," ungkap Manajer Tim Indonesia, Aryono Mirana, sebagaimana dilansir oleh Tim Humas dan Media Sosial PBSI.
Aryono mengatakan, kemenangan Indonesia dilatarbelakangi kepercayaan seluruh tim kepada para atlet. Termasuk di antaranya dengan memasangkan atlet senior Markis Kido dan atlet junior Kevin Sanjaya Sukamuljo di nomor ganda putra.
"Pada final nanti, tentu kami tidak dapat memilih ingin melawan siapa. Yang pasti, kami akan tetap menurunkan susunan pemain terbaik, siapa pun lawannya nanti," tambah Aryono lagi.
Dalam petarungan melawan Malaysia itu, Indonesia awalnya sudah mampu meraih kemenangan lewat Tommy Sugiarto di tunggal putra. Tommy mampu melibas pemain Malaysia, Chong Wei Feng, dengan skor 21-16 dan 21-19.
"Turun di game pertama, pastinya kalau tekanan, ada. Sebisa mungkin saya ingin menjadi pembuka jalan bagi teman-teman agar bisa lebih percaya diri," kata Tommy.
Berikutnya, di nomor ganda campuran, Riky Widianto/Richi Puspita Dili juga sukses menaklukkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Lai Pei Jing. Riky/Richi menang dengan skor 21-14 dan 22-20.
Indonesia harus kalah di nomor tunggal putri, ketika Bellaetrix Manuputty ditundukkan Tee Jing Yi, dengan skor 21-13, 20-22 dan 19-21. Begitu pula dengan pasangan ganda Kido/Kevin, juga terpaksa menyerah kepada ganda putra Malaysia, Tan Boon Heong/Tan Wee Kiong, dengan skor 10-21, 21-13 dan 18-21. [Antara]
Berita Terkait
-
Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan
-
PBSI Bawa 20 Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026, Siapa Saja?
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Saat Kepercayaan Badminton Lovers Diuji: Ada Apa dengan Bulutangkis Indonesia?
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Ulasan Novel Membunuh Alice: Ketika Mimpi Buruk Menjadi Kenyataan
-
Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, LEPAS Ekspansi Pasar Mobil Listrik Premium
-
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda