Suara.com - Kordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Haris Azhar, mengaku kecewa dengan kinerja Presiden Joko Widodo yang sudah berjalan selama satu bulan lebih ini. Menurutnya, Presiden Joko Widodo tidak menunjukkan itikad baik dalam menuntaskan masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat yang sudah terjadi.
Hal itu makin diperparah dengan pernyataan Sang Presiden dalam pidatonya di acara peringatan Hari HAM yang diselenggarakan oleh Komnas HAM dan LPSK hanya mengedepankan proses rekonsiliasi dalam menyelesaikan masalah sebesar dan seberat itu.
"Dalam pidatonya dia menerangkan akan menggunakan mekanisme rekonsiliasi dan pengadilan HAM dalam penyelesaian kasus-kasus pelaggaran HAM berat. Terus terang saya sangat kecewa dengan Pak Jokowi," kata Haris dalam sambutannya di acara peringatan Hari HAM di Aula Perpustakaan Nasional Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).
Karena itu, Haris mengatakan bahwa Jokowi memang lebih menarik saat dirinya menjadi Calon Presiden ketimbang saat sudah menjadi presiden sekarang ini. Mantan Gubernur DKI Jakarta disebutnya tidak punya inisiatif untuk membuat terobosan baru dalam menyelesaikan kasus yang sudah lama terjadi ini. Jokowi dinilai pasif, tidak memerintahkan Jaksa Agung dan Menkopolhukam untuk mengusut kasus pelanggaran HAM.
"Ternyata dia lebih menarik jadi Capres daripada jadi presiden. Dia tidak menyuruh jaksa agung untuk mengusut kasus HAM, dia hanya mengatakan bahwa itu urusan polisi," protesnya.
Haris berharap, masyarakat jangan cepat terlena dengan kekuasaan pemerintahan yang baru. Kendati demikian, dia mengaku masih punya harapan kepada Jokowi agar tidak mengulangi kesalahan SBY dalam sepuluh tahun terakhir.
"Jangan sampai Jokowi mengulangi kesalahan SBY yang banyak membuat kesalahan. Masyarakat pun jangan gampang terlena oleh kekuasaan pemerintah yang baru, kita akan sampaikan proses penyelsaiannya seperti apa," tutupnya.
Berita Terkait
-
Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam
-
Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus
-
Jawab Kritik, Waket Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM Perlu Keterlibatan Koalisi Masyarakat Sipil
-
RUU HAM Ditargetkan Rampung 2026, Pemerintah Klaim Prosesnya Terbuka untuk Publik
-
UU Tipikor Dianggap Masih Abaikan Pemenuhan HAM, Kasus Eks Jampidsus hingga MBG Jadi Sorotan
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik