Suara.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) diyakini mengeluarkan dana sebesar 200 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp2,4 miliar untuk membuat video pembantaian massal di gurun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan Terrorism Research & Analysis Consortium (TRAC), video pembantaian terhadap 22 tentara Suriah itu tidak dilakukan dengan satu kali pengambilan gambar.
TRAC memperkirakan video itu menggunakan kamera profesional dan dilakukan dalam waktu yang cukup lama di gurun. Analisis yang dilakukan TRAC itu semakin memperkuat dugaan bahwa ISIS dalah kelompok militan yang profesional dan mempunyai dana yang banyak.
Video yang diberi judul Though the Unbelievable Despise It diperkirakan dibuat dalam waktu 6 jam dan menelan biaya 200 ribu dolar Amerika. TRAC melihat adanya perbedaan cahaya di bawah matahari di gurun yang kemungkinan besar terletak di salah satu kota di Suriah.
Berdasarkan laporan TIME, ISIS menggunakan teknologi Avid Technology untuk membuat video pembantaian massal tersebut. Namun, analisis paling mengejutkan dari video pembantaian tersebut adalah, Jihadi John yang selalu dipercaya memenggal kepala tahanan di video itu ternyata palsu.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut, Jihadi John yang diduga merupakan warga negara Inggris tengah terluka berat. Analis membandingkan tinggi orang yang disebut Jihadi John di video pembantaian massal itu dengan video sebelumnya. (IBTimes)
Berita Terkait
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK