Suara.com - Meski Kongres Partai Demokrat baru akan digelar pada 2015, namun dukungan buat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjadi Ketum Demokrat mulai mengalir dari pengurus daerah. Salah satu yang jelas menyatakan dukungan adalah DPD Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Saya tentunya berharap dan meminta agar Susilo Bambang Yudoyono (SBY) bisa kembali menjadi Ketua Umum Partai Demokrat," kata Ketua DPD NTV Zainul Majdi yang juga Gubernur NTB itu di Mataram, Selasa (23/12/2014).
Menurut dia, sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikan posisi dan kharisma Presiden Indonesia keenam itu, di partai berlambang mercy tersebut.
"Saat ini Partai Demokrat pada posisi atau tahapan yang paling krusial dalam sejarah berdirinya. Dan yang hanya bisa memperbaiki, reorganisasi, dan memperkuat konsilidasi serta basis di konstituen yang paling baik saat ini hanya ada pada diri SBY," jelasnya.
Oleh karenanya, ia sangat mendukung jika SBY kembali memimpin partai itu. Namun, di sisi lain Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) juga menolak jika dikatakan bahwa dukungan yang diberikan kepada SBY tersebut akan mematikan dan membuat regenerasi di tubuh partai itu menjadi mandul.
"Tidak ada seperti itu atau memutus regenerasi di Partai Demokrat. Karena apa, SBY memimpin Partai Demokrat baru tahun 2013. Jadi tidak benar jika tidak ada regenerasi di Partai Demokrat," katanya.
Partai Demokrat akan menggelar kongres di awal Tahun 2015, untuk memilih ketua umum periode 2015-2020.
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan akan kembali maju sebagai ketua umum (ketum). Bahkan, pencalonan SBY sebagai ketum telah mendapat dukungan dari hampir seluruh ketua DPD se-Indonesia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Deddy Sitorus PDIP Semprot NasDem dan Demokrat: Fokus Urus Partai Sendiri yang Sedang Digerogoti!
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak
-
Nama AHY Dikaitkan Kasus BGN, Demokrat Tegaskan Itu Fitnah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK