Seorang pelajar SMA di Turki berusia, MEA, 16 tahun, ditangkap aparat keamanan gara-gara menghina Presiden Recep Tayyib Erdogan.
Pelajar yang menjadi anggota sebuah kelompok kegiatan online siswa SMA ini ditahan setelah berorasi. Kasus ini berawal saat MEA menghadiri pertemuan memperingati Letnan Mustafa Fehmi Kubilay yang dibunuh oleh kelompok pro-syariah pada tahun 1930. MEA kemudian membuat pernyataan pers, dan berorasi menyebut kasus korupsi presiden dalam pidato sambutannya, pada tanggal 23 Desember 2014.
Tampaknya, pernyataan tersebut menimbulkan masalah baru. Polisi menahan siswa pada 24 Desember lalu di sekolahnya dan membawa ke kantor polisi untuk diinterogasi oleh jaksa penuntut umum. MEA dibawa ke pengadilan dengan tuntutan penahanan. Pengadilan setempat memutuskan untuk menahan siswa SMA itu karena menghina presiden.
Pihak berwenang Turki menyebutkan, MEA akan menghadapi empat tahun penjara jika dinyatakan bersalah karena menghina presiden. Dalam sambutan acara yang dijadikan bahan tuntutan, MEA mengatakan kelompoknya tidak menganggap Erdogan sebagai presiden negara itu, tetapi sebagai pemimpin korupsi, suap dan pencurian serta pemilik istana tanpa izin.
Namun, MEA tetap mengaku tidak bersalah dalam kesaksiannya, dan mengatakan tidak berniat menghina siapapun. Ia juga mengatakan bukan anggota cabang partai politik manapun dan hanya anggota grup Facebook.
Pihak pengacara saat ini tengah mengajukan banding atas putusan pengadilan dan menuntut hukuman percobaan bukan penahanan. Pihak pengadilan menolak banding pengacara dengan alasan siswa bisa tidak taat hukum. (Daily News)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026