News / Nasional
Kamis, 01 Januari 2015 | 07:57 WIB
Tim penyelam dari Basarnas Special Group siap beraksi (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama penyelam dari TNI Angkatan Laut bersiap-siap untuk melakukan penyelaman bersama di wilayah Laut Jawa, perairan yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat penumpang AirAsia QZ 8501 yang hilang sejak Minggu (28/12/2014) lalu. 

Sebelum melakukan penyelaman, Basarnas serta tim gabungan Komando pasukan Katak (Kopaska), Taefib, Den Jaka serta Dislambar AL, akan bergerak mendekati Kapal KRI Banda Aceh. Hal ini dilakukan guna mengevakuasi jenazah maupun temuan puing pesawat.

Basarnas beserta pasukan selam TNI AL sebenarnya sudah bertolak sejak Rabu (31/12/2014) malam dengan menumpang Kapal KN 224. Syanag, karena kendala cuaca, seluruh penyelam diinstruksikan kembali ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai. Perjalanan baru dilanjutkan pagi ini dengan kapal Catamaran KM Purworejo.

"Penyelam pindah ke Catamaran. Ombak bisa 3 meter atau lebih, ini kapal ukuran 60x14 meter," ucap Kapten Catamaran KM SAR 101 Purworejo, Adi Triyanto diatas kapal, Kamis (1/1/2015).

Lebih lanjut Adi menerangkan, setelah berada di titik lokasi, tim gabungan akan langsung melakukan pencarian di dasar laut.

"Catatan dari Batam langsung searching, intruksi semua penyelam ke sini, 120 mil laut arah Bangka Belitung, masih area 4 dan 5," tambah dia.

Informasi yang berhasil dihimpun Suara.com, setidaknya ada 15 penyelam dari BSG dan 5 dari Basarnas di kapal KN SAR 101. Untuk penyelam TNI AL berjumlah 47 penyelam.

Koordinator penyelam TNI AL Profs Dhegratmen menerangkan, ada dua sekenario yang akan diterapkan saat mengevakuasi jenazah. Jenazah yang ditemukan akan langung dibawa ke Kapal KN 101lalu dibawa menggunakan helikopter maupun Kapal KN 224.

"Ada dua skenario, kita gunakan kapal KN 224 jika cuaca baik dan bisa menembus gelombang. Jika tidak evakuasi menggunakan kapal (Helikopter)," tutur Profs.

Load More