Suara.com - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama penyelam dari TNI Angkatan Laut bersiap-siap untuk melakukan penyelaman bersama di wilayah Laut Jawa, perairan yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat penumpang AirAsia QZ 8501 yang hilang sejak Minggu (28/12/2014) lalu.
Sebelum melakukan penyelaman, Basarnas serta tim gabungan Komando pasukan Katak (Kopaska), Taefib, Den Jaka serta Dislambar AL, akan bergerak mendekati Kapal KRI Banda Aceh. Hal ini dilakukan guna mengevakuasi jenazah maupun temuan puing pesawat.
Basarnas beserta pasukan selam TNI AL sebenarnya sudah bertolak sejak Rabu (31/12/2014) malam dengan menumpang Kapal KN 224. Syanag, karena kendala cuaca, seluruh penyelam diinstruksikan kembali ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai. Perjalanan baru dilanjutkan pagi ini dengan kapal Catamaran KM Purworejo.
"Penyelam pindah ke Catamaran. Ombak bisa 3 meter atau lebih, ini kapal ukuran 60x14 meter," ucap Kapten Catamaran KM SAR 101 Purworejo, Adi Triyanto diatas kapal, Kamis (1/1/2015).
Lebih lanjut Adi menerangkan, setelah berada di titik lokasi, tim gabungan akan langsung melakukan pencarian di dasar laut.
"Catatan dari Batam langsung searching, intruksi semua penyelam ke sini, 120 mil laut arah Bangka Belitung, masih area 4 dan 5," tambah dia.
Informasi yang berhasil dihimpun Suara.com, setidaknya ada 15 penyelam dari BSG dan 5 dari Basarnas di kapal KN SAR 101. Untuk penyelam TNI AL berjumlah 47 penyelam.
Koordinator penyelam TNI AL Profs Dhegratmen menerangkan, ada dua sekenario yang akan diterapkan saat mengevakuasi jenazah. Jenazah yang ditemukan akan langung dibawa ke Kapal KN 101lalu dibawa menggunakan helikopter maupun Kapal KN 224.
"Ada dua skenario, kita gunakan kapal KN 224 jika cuaca baik dan bisa menembus gelombang. Jika tidak evakuasi menggunakan kapal (Helikopter)," tutur Profs.
Tag
Berita Terkait
-
Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional
-
Profil Ryan Harris, Keponakan Mantan Bos Air Asia yang Viral Gelar Royal Wedding Rp75 M
-
Ini Sumber Kekayaan Ryan Harris, Pantas Sanggup Undang Brian Eks Westlife dan Artis Mancanegara ke Nikahannya
-
Anak CEO Air Asia Pamer Jam Tangan Mewah Rp6 Miliar, Sebelum Gelar Pernikahan Fantastis Rp75 Miliar
-
Profil Gwen Asley: Anak Pengusaha yang Nikahi Anak CEO Air Asia dengan Biaya Rp 75 miliar
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai