News / Nasional
Kamis, 01 Januari 2015 | 12:18 WIB
Empat peti jenazah korban AirAsia diterbangkan ke Surabaya dari Lanud Pangkalan Bun, Kalteng, Kamis (1/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Deputi Operasi Badan SAR Nasional Mayjen TNI Tatang Zaenudin mengungapkan sudah mulai mengoperasikan Kapal Baruna Jaya Milik BPPT sejak pagi, Kamis (1/1/2015).

Baruna Jaya membawa alat deteksi sinyal dari kotak hitam AirAsia QZ8501 dan untuk mendeteksi logam  di bawah permukaan air.

"Mudah-mudahan bisa cepat ditemukan badan peswat yang kita tunggu-tunggu ini," kata Tatang di Gedung Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis(1/1/2015).

Selain Kapal Baruna Jaya, dia juga menjelaskan bahwa operasi udara sudah mulai dilakukan.

Menurutnya cuaca saat ini di lokasi pencarian cukup bagus, namun pesawat yang take off dari Lanud Halim tersebut hingga sekarang belum diketahui posisinya..

"Operasi udara telah dilakukan tdi pagi pada pukul 06.15 WIB. Satu C130 dengan satu unit CN295 sudah take off dri Halim ke search area. Sampai sekarang belum ada informasi dari keduanya tentang keberadaan, baik jenzah maupun serpihan-serpihan yang brada di lokasi,"jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa tadi pagi juga sudah disiapkan tenaga penyelam yang sudah berada di KM Purworejo.

Penyelam baru bisa diterjunkan apabila sudah melihat objek, seperti jenazah penumpang maupun kepingan pesawat.

"Penyelam baik TNI AL dan basarnas sekarang sudah berada di KM purworejo, standby dari pagi dan akan langsung diterjunkan apabila ada objek, baik jenasah atau kepingan," tutupnya.

Load More