Suara.com - Meski cuaca hujan di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, aktivitas evakuasi AirAsia QZ8501 tidak berhenti. Sebuah helikopter Basarnas berjenis Dolphin mengantarkan sejumlah barang hasil evakuasi.
Pantauan di lokasi, Kamis (1/1/2015), tampak dari kejauhan sebuah kantong jenazah berwarna hitam dengan tulisan Basarnas.
Selain itu, tim evakuasi juga menurunkan dua buah tas dan satu kantong plastik yang diduga berasal dari pesawat Air Asia QZ8501. Tampak juga satu tas perempuan berwarna hitam dan satu koper ukuran kecil berwarna gelap diangkat tim evakuasi. Serta, dua buah bungkusan plastik yang ikut dibawa tim evakuasi.
"Ini diambil dari KRI Banda Aceh, satu jenazah dan berapa barang-barang," kata salah satu tim evakuasi di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, yang langsung bergegas menuju mobil ambulans.
Jenasah ini nantinya akan dipetimatikan dahulu di RSUD Sultan Imanuddin sebelum diserahkan ke Surabaya. Di Surabaya nantinya, jenasah ini akan diidentifikasi untuk dikembalikan kepada keluarga masing-masing.
Sekedar diketahui, hingga saat ini, sudah tujuh jenazah yang ditemukan tim evakuasi. Enam di antaranya sudah diterbangkan menuju Bandara Juanda Surabaya untuk diidentifikasi. Sementara itu, satu jenazah terakhir baru diterima ini masih disemayamkan pihak RS Sultan Imanudin.
Tag
Berita Terkait
-
Potret Haru Pejuang Kemanusiaan, Petugas Evakuasi Korban Kecelakaan KRL Terkapar di Lantai
-
Evakuasi Korban Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Masih Berlangsung, Kantong Jenazah Terus Berdatangan
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT