- Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tabrakan KRL dan kereta Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur sejak Selasa pagi.
- Insiden kecelakaan kereta di Bekasi tersebut mengakibatkan 81 orang mengalami luka-luka dan 7 orang dinyatakan meninggal dunia.
- PT KAI menutup sementara akses Stasiun Bekasi Timur guna memprioritaskan proses penyelamatan korban serta sterilisasi lokasi kejadian tersebut.
Suara.com - Proses evakuasi korban tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur hingga Selasa (28/4) pagi masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan terlihat masih bekerja di lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dari rangkaian kereta yang mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kantong jenazah masih terus dikeluarkan dari area tabrakan. Petugas terlihat bergantian membawa korban menuju titik evakuasi, sementara sejumlah ambulans telah bersiaga di area luar stasiun untuk segera membawa jenazah ke rumah sakit terdekat.
Sejumlah personel dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan turut dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi yang berlangsung sejak malam hari.
Sementara itu, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan bahwa Stasiun Bekasi Timur untuk sementara ditutup guna mendukung proses evakuasi dan sterilisasi lokasi kejadian.
"Sampai pagi ini untuk stasiun Bekasi Timur itu kami tutup sementara dan KRL layanannya hanya sampai stasiun Bekasi, supaya evakuasi ini benar-benar bisa kami maksimalkan di dalam penyelamatan penumpang," kata Vice President PT KAI Anne Purba.
KAI juga mengonfirmasi bahwa jumlah korban luka-luka akibat insiden tersebut mencapai 81 orang dan 7 orang meninggal dunia. Data ini masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses identifikasi dan evakuasi yang masih berjalan.
Hingga saat ini, penyebab pasti tabrakan antara KRL dan kereta jarak jauh tersebut masih dalam penyelidikan.
Situasi di sekitar Stasiun Bekasi Timur masih dipadati petugas dan aparat keamanan. Garis polisi telah dipasang untuk membatasi akses masyarakat ke lokasi kejadian.
Baca Juga: Kehadiran Raffi Ahmad di TKP Kecelakaan KRL - Argo Bromo Anggrek Picu Tanda Tanya: Apa Hubungannya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian