News / Nasional
Kamis, 01 Januari 2015 | 17:12 WIB
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Posko Crisis Center Bandara Juanda, Surabaya, Jatim. [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Pemerintah kota Surabaya telah menyiapkan tempat kremasi dan makam untuk korban pesawat AirAsia QZ8501 yang diperkirakan jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Selatan.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, untuk pemakaman pihaknya telah menyiapkan di TPU Keputih, Surabaya. Sedangkan untuk kremasi, telah disiapkan di Adi Jasa, jalan Demak, Surabaya.

Risma menambahkan, kalau pemerintah setempat bersedia membantu untuk proses kremasi massal.

“Biasanya di Adi Jasa disediakan satu ruang untuk satu keluarga. Namun, untuk korban AirAsia ini mereka minta secara massal. Satu ruangan bisa menampung hingga 80 jenazah," ujar Risma, Kamis (1/1/2014).

Menurutnya,   untuk proses kremasi ini tidak hanya terbatas dari kota Surabaya saja.

"Beberapa keluarga korban yang berasal dari luar kota seperti Malang, ada yang minta dikremasi di Adi Jasa. Kami sudah siapkan itu," kata wali kota perempuan perempuan di Surabaya ini.

Hingga kini dari enam jenazah yang dikirimkan ke Surabaya dari Pangkalan Bun, baru satu jenazah yang teridentifikasi oleh tim DVI Polri.

Dalam konferensi pers siang ini, Kamis (1/1/2014), Kombes Dok DR Budiyono menjelaskan jenazah korban yang diberi kode B001 itu bernama Hayati Lutfiah Hamid.

“Dapat kami sampaikan identifikasi melalui didik jari terjadi kesamaan dengan sidik jari jenazah yang diperoleh dari ante mortem,” jelas Budiyono.

Ciri-ciri lain yang meyakinkan adalah dengan metode sekunder bekas operasi yang bisa dikenali pihak keluarga serta aksesoris yang dikenakan korban. (Yovie Wicaksono)

Load More