News / Nasional
Kamis, 01 Januari 2015 | 18:42 WIB
Tim Basarnas mengevakuasi satu lagi jenazah korban AirAsia QZ8501 ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo mengungkapkan hingga sore ini, Kamis (1/1/2015), tim evakuasi sudah menemukan sembilan jenazah penumpang korban AirAsia QZ8501 yang diperkirakan jatuh di Selat Malaka, Kalimantan Tengah.

“Itu posisinya, enam sudah terkirim di Surabaya, dua jenazah masih di Pangkalan Bun dan rencananya mala mini kita dorong ke Surabaya. Satu jenazah yang sudah saya konfirm masih ada di KRI Yos Sudarso,” jelas Bambang Soelistyo dalam konferensi pers di posko utama Basarnas, Jakarta, Kamis (1/1/2015).

Adapun tiga jenazah yang ditemukan untuk hari ini, ketiganya berjenis kelamin perempuan. Dia tidak menyebut detil ciri-ciri mayat yang ditemukan terapung di tengah laut itu.

Bambang Soelistyo menyebut posko Tim DVI Polda Jawa Timur yang lebih berhak menyampaikan identifikasi jenazah.

Dia juga bercerita kalau tim evakuasi sempat mengalami kesulitan saat hendak mengevakuasi satu jenazah yang tertinggal di KRI Yos Sudarso.

Bahkan saat mengevakuasi satu jenazah, petugas penyelamat hanya mengenakan tali untuk membawa jenazah karena kendala cuaca.

“Helikopter Basarnas tidak bisa mendarat di KRI Yos,” jelasnya lagi.

Load More