Suara.com - Kapal Negara (KN) SAR 101 Purworejo milik Badan SAR Nasional (Basarnas) gagal mengantar penyelam dari TNI AL dan Basarnas Special Grup (BSG) ke KRI Banda Aceh. Batalnya pemindahan penyelam disebabkan tingginya ombak di lokasi.
"Kalau sekarang tidak bisa mengantar (penyelam TNI AL) ke KRI Banda Aceh, karena ombak di sana tinggi, nanti ada tug boat, karena ini bawa barang berat semua," ucap Kapten KN SAR 101 Adil Triyanto di atas kapal, Kamis (1/1/2015).
Kapten Adil juga menuturkan, tim BSG terpaksa baru akan turun ke laut untuk mencari jenazah atau serpihan pesawat AirAsia QZ 8501 esok hari, Jumat (2/1/2015)
"Jadi mau ga mau kita mau melakukan penyelaman dan pencarian besok," jelas dia.
Senada dengan Adil, Second Officer KN SAR 101 Wawan Darsono juga mengatakan tim BSG nantinya akan langsung terjun ke laut.
"Besok pagi saya bawa tim ke tempat (yang diduga tempat jatuhnya pesawat AirAsia), dan kita selamkan aja orang-orang itu (Penyelam BSG)," kata Wawan.
Saat ini, pukul 21.00 WIB kapal ini kapal masih berhenti di kawasan Muara Kumai sambil menunggu kedatangan kapal tug boat untuk mengangkut personel TNI AL yang terdiri dari Komando Pasukan Katak (Kopaska), Taefib, Denjaka serta Dislambar AL.
Berita Terkait
-
Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional
-
Profil Ryan Harris, Keponakan Mantan Bos Air Asia yang Viral Gelar Royal Wedding Rp75 M
-
Ini Sumber Kekayaan Ryan Harris, Pantas Sanggup Undang Brian Eks Westlife dan Artis Mancanegara ke Nikahannya
-
Anak CEO Air Asia Pamer Jam Tangan Mewah Rp6 Miliar, Sebelum Gelar Pernikahan Fantastis Rp75 Miliar
-
Profil Gwen Asley: Anak Pengusaha yang Nikahi Anak CEO Air Asia dengan Biaya Rp 75 miliar
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk