Suara.com - Sebagian armada pencari pesawat AirAsia QZ8501 akan berhenti sejenak untuk melanjutkan operasi di malam hari. Kendati demikian, sebagian armada lain yang memiliki teknologi sonar tidak akan berhenti melakukan pencarian. Hal itu disampaikan oleh Kepala Operasi Basarnas Marsma Supriyadi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, hari Jumat (2/1/2015).
"Malam hari kita hentikan sebagian, yang punya kemampuan sonar akan bergerak terus untuk meneropong di bawah laut. Kalau di permukaan terbatas, pencarian malam untuk deteksi bawah laut saja," kata Supriyadi.
Saat ini, imbuh Supriyadi, ada sembilan kapal yang telah berada di lokasi untuk membantu pencarian jenazah sekaligus puing pesawat yang hilang sejak Minggu (28/12/2014) lalu.
Sebelumnya, diberitakan bahwa tim pencari yang terdiri atas Basarnas dan unsur TNI serta armada asing telah berhasil mengevakuasi 22 jenazah dari perairan Selat Karimata. Sebanyak delapan jenazah telah diterbangkan ke Surabaya, sepuluh jenazah masih berada di Pangkalan Bun, sementara empat lainnya masih berada di atas kapal. Dari sekian banyak korban, baru empat yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.
Berita Terkait
-
Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional
-
Profil Ryan Harris, Keponakan Mantan Bos Air Asia yang Viral Gelar Royal Wedding Rp75 M
-
Ini Sumber Kekayaan Ryan Harris, Pantas Sanggup Undang Brian Eks Westlife dan Artis Mancanegara ke Nikahannya
-
Anak CEO Air Asia Pamer Jam Tangan Mewah Rp6 Miliar, Sebelum Gelar Pernikahan Fantastis Rp75 Miliar
-
Profil Gwen Asley: Anak Pengusaha yang Nikahi Anak CEO Air Asia dengan Biaya Rp 75 miliar
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja