Suara.com - Otoritas Penerbangan Sipil Singapura atau CAAS menanggapi berita AirAsia yang terbang di hari Minggu 28 Desember 2014 lalu tidak masuk jadwal resmi. CAAS mengatakan bahwa persetujuan telah diberikan untuk jalur Surabaya-Singapura berdasarkan hak udara yang tersedia di bawah layanan udara berdasarkan kesepakatan antara kedua negara.
Indonesia AirAsia telah diberi wewenang untuk mengoperasikan pernerbangan harian antara Surabaya dan Singapura, tiba di Bandara Changi pada pukul 08.30 (atau 7.30 WIB) dan berangkat ke Surabaya pada pukul 14.10 (atau 13.10 WIB). Aplikasi itu dibuat untuk periode 26 Oktober 2014 - 6 Maret 2015.
CAAS mengatakan pada hari ini, Sabtu (3/1/2015): "Penerbangan ini sehari-hari telah disetujui karena ada hak lalu lintas udara tersedia di bawah perjanjian layanan udara bilateral dan slot di Bandara Changi yang tersedia."
AirAsia mengoperasikan penerbangan empat kali seminggu pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. CAAS menambahkan, "Maskapai bisa menyesuaikan frekuensi penerbangan mereka dalam perjalanan musiman saat menanggapi permintaan pasar atau persyaratan operasional."
Pernyataan CAAS muncul setelah Kementrian Perhubungan Indonesia mengatakan pihaknya akan menyelidiki semua jadwal penerbangan Indonesia AirAsia.
"Kami akan menyelidiki semua jadwal penerbangan AirAsia," kata Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Muratmodjo. "Mudah-mudahan kita bisa mulai pada Senin depan. Kami tidak akan fokus pada lisensi, hanya jadwal," tambahnya.
"Ada kemungkinan lisensi AirAsia di Indonesia di cabut," kata Djoko, menekankan bahwa itu hanya satu kemungkinan.
Kementrian Transportasi pada hari Jumat menangguhkan penerbangan Indonesia AirAsia jurusan Surabaya-Singapura karena rupanya dioperasikan di luar lingkup lisensi, yang diizinkan penerbangan empat hari dalam seminggu, tapi tidak di hari Minggu, ketika kecelakaan itu terjadi.
"Kami juga akan menyelidiki pihak yang memberi izin untuk AirAsia untuk terbang pada hari itu," kata Djoko.
Sementara, CEO AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko mengatakan jika AirAsia akan bekerjasama selama penyelidikan rute Surabaya-Singapura. Namun, ia menolak untuk menjawab pertanyaan lebih lanjut. (StraitsTimes)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
-
Celios: Konversi Motor Listrik Tingkatkan Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal
-
3 Pendamping PKH Kemensos Dipecat, Gus Ipul Sentil ASN Sia-siakan Kesempatan
-
Lalu Lintas Tol Regional Nusantara Tembus 2,6 Juta Kendaraan hingga H+3 Lebaran 2026
-
Gus Ipul Sentil Ada ASN Kemensos Cuma 'Haha-Hihi' saat Jam Kerja
-
Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!
-
Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran
-
Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran
-
Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran