Suara.com - Hari ini, Senin (5/1/2015), tim Disaster Victim Investigation Polri di RS Bhayangkara, Jawa Timur, mengumumkan lagi hasil identifikasi terhadap empat jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 yang ditemukan di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Kepala Pusat Dokkes Mabes Polri Brigadir Jenderal Arthur Tampi mengatakan jenazah pertama bernomor B005 teridentifikasi sebagai Shiane Josan (45), warga Makassar, Sulawesi Selatan.
Arthur mengatakan identitas perempuan tersebut diketahui setelah dilakukan sejumlah penelitian, di antaranya pencocokan DNA dengan ibu dan bapak korban.
Saat ditemukan, Shiane mengenakan kaos hitam dan celana jeans biru dongker.
Jenazah kedua teridentifikasi sebagai Tony Linaksita, lelaki berusia 42 tahun, asal Surabaya. Saat ditemukan, Tony mengenakan kemeja putih, celana jeans warna biru.
Jenazah ketiga bernomor B021 dikenali sebagai Lim Yan Koen, lelaki berusia 62, asal Surabaya.
Dan jenazah keempat nomor B029 teridentifikasi sebagai Ang Mie Jong
Arthur menjelaskan hasil identifikasi ini tidak terbantahkan lagi. Tim DVI menggunakan metode primer dan sekunder dalam mengidentifikasi jenazah.
Misalnya, Tony Linaksita. Ia teridentifikasi lewat metode primer, seperti sidik jari. Kemudian dengan metode sekunder lewat properti yang dikenakan serta bukti CCTV di Bandara Juanda.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Minggu (28/12/2014) pagi, pesawat AirAsia mengalami lost contact. Pesawat jenis Airbus A320 dengan rute Surabaya- Singapura mengalami lost contact pada pukul 06.17 WIB di sekitar Pulau Belitung pada titik koordinat 03°22’15”S - 109°41’28.” Pesawat bertolak dari Surabaya sekitar pukul 05.35 WIB dan seharusnya tiba di Bandara Changi Singapura pukul 08.30 waktu setempat.
Adapun jumlah orang yang berada di dalam pesawat saat itu sebanyak 162 orang yang terdiri dari 138 dewasa, 16 anak-anak, satu bayi, dan tujuh awak pesawat.
Proses pencarian korban saat ini sedang berlangsung secara besar-besaran. Sudah 37 jenazah yang ditemukan.
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi