Suara.com - Hari ini, Kamis (15/1/2015), DPR menyelenggarakan sidang paripurna pengambilan keputusan tentang calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan.
Dalam sidang yang akan dipimpin oleh Taufik Kurniawan, Komisi III akan terlebih dahulu melaporkan hasil fit and proper test calon Kapolri.
Saat ini, Budi Gunawan sudah terlihat hadir kompleks DPR sejak pukul 08.30 WIB. Sebelum sidang dimulai, Budi menunggu di ruang VVIP.
"Bapak sudah datang, sekarang sedang menunggu rapat mulai," kata salah seorang aparat kepolisian yang sedang bertugas.
Sementara itu, menurut pengamatan suara.com, sejumlah petugas PAM Obvit berjaga di luar ruang sidang paripurna Nusantara II. Beberapa anggota Brimob juga terlihat berjaga di titik-titik tertentu.
Hingga pukul 09.40 WIB, rapat paripurna pun belum juga dimulai.
Budi Gunawan merupakan calon Kapolri tunggal yang diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR pada 9 Januari 2015. Tapi sehari menjelang fit and proper test atau Selasa 13 Januari 2015, KPK menetapkan Budi menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi.
Kendati Budi menjadi tersangka, fit and proper test tetap dilaksanakan dan sembilan fraksi mendukung Budi menjadi Kapolri.
Kemarin, Presiden Jokowi belum memutuskan nasib Budi, apakah diganti atau tetap didukung. Jokowi mengatakan keputusan pemerintah terhadap Budi akan ditentukan setelah sidang paripurna DPR.
Berita Terkait
-
Resmi Diluncurkan, Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Listyo Sigit
-
Akademisi Kuliti Langkah Transformasi Kapolri Listyo, Dari Digitalisasi hingga Reformasi Kultur
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan
-
Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?