Suara.com - Badan SAR Nasional mengalami kesulitan untuk melakukan komunikasi dengan tim gabungan yang melakukan evakuasi dua jenazah korban kecelakaan pesawat Airasia QZ8501 di Pulau Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, sekitar 193 kilometer sebelah selatan Kotabaru, Kalimantan Selatan.
"Sampai saat ini kami belum bisa berkomunikasi dengan tim evakuasi yang menggunakan Kapal KP Sadewa maupun Kapal Polisi 2003, karena di lokasi tidak ada sinyal telepon seluler," kata Rescuer Pos SAR Kotabaru, M Imam Nazarudin di Kotabaru, Kamis (15/1/2014).
Dia menjelaskan, sekitar pukul 09.00 WITA, tim gabungan yang terdiri atas petugas Pos SAR Kotabaru, Satpolair Polres, TNI AD, TNI AL Lanal Kotabaru, dan lainnya berangkat menggunakan Kapal KP Sadewa milik Mabes Polri, berangkat ke Pulau Maradapan.
Selain KP Sadewa dengan Kapten Yulianto, tim juga memberangkatkan satu buah kapal Polisi 2003 dengan kapten Ajun Komisaris Polisi Tamran, untuk membantu evakuasi di lapangan.
"Menurut perkiraan, dua kapal yang memiliki kecepatan sekitar 12 knot tersebut akan tiba di Pulau Maradapan sekitar pukul 12.00 WITA, dan setelah selesai memindahkan mayat kedua kapal langsung bertolak menuju Pelabuhan Kotabaru," tuturnya.
Imam menambahkan, kedua kapal akan tiba di Pelabuhan Kotabaru sekitar pukul 17.00 WiTA. Rencananya, jenazah langsung dipindahkan dari kapal ke pesawat Casa untuk dibawa ke Juanda Surabaya.
Perwira Seksi Administrasi dan Logistik Lanal Kotabaru, Kapten Darsono menerangkan saat berita ini diturunkan, kapal sudah sampai di perairan sekitar Pulau Maradapan, tetapi masih belum berani merapat akibat gelombang tinggi.
"Mungkin bisa sampai dini hari baru tiba di Pelabuhan Kotabaru," tandasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional
-
Profil Ryan Harris, Keponakan Mantan Bos Air Asia yang Viral Gelar Royal Wedding Rp75 M
-
Ini Sumber Kekayaan Ryan Harris, Pantas Sanggup Undang Brian Eks Westlife dan Artis Mancanegara ke Nikahannya
-
Anak CEO Air Asia Pamer Jam Tangan Mewah Rp6 Miliar, Sebelum Gelar Pernikahan Fantastis Rp75 Miliar
-
Profil Gwen Asley: Anak Pengusaha yang Nikahi Anak CEO Air Asia dengan Biaya Rp 75 miliar
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Nama Dedi Congor Muncul di Sidang, KPK Telusuri Aliran Dana Rp30 Miliar dari Bos Blueray Cargo
-
Satu Suara dengan Megawati, GNB Singgung Keresahan Sama Soal Kondisi Bangsa
-
Keir Starmer Mundur, Andy Burnham Calon Kuat Perdana Menteri Inggris Baru
-
Anak Kritik Ada Ulat di Sayur! Emak-emak Ini Tetap Dukung MBG Demi Hemat Uang Jajan
-
Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua
-
4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika
-
Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?
-
DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik
-
Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!