- AS melancarkan serangan udara intensif ke Iran pada 10-11 Maret 2026, meskipun serangan rudal Iran dilaporkan menurun 90%.
- Iran menyerang Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, dan Kuwait menggunakan drone, mengakibatkan korban jiwa di UEA dan Bahrain.
- Korban jiwa konflik mencapai 1.230 di Iran, 486 di Lebanon, dan 11 di Israel, sementara Trump memberikan pesan kontradiktif mengenai perang.
Suara.com - Situasi keamanan di Timur Tengah semakin memburuk pada Selasa (10/3/2026) dan Rabu (11/3/2026). Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa hari ini menjadi salah satu hari dengan intensitas serangan udara paling tinggi yang dilancarkan AS ke wilayah Iran.
Di sisi lain, Ketua Kepala Staf Gabungan AS menyebut serangan rudal Iran telah menurun sebesar 90%.
Di tengah tekanan militer AS, Iran melancarkan serangan drone baru yang menyasar sejumlah negara di kawasan Teluk, dikutip via AP News:
- Uni Emirat Arab (UEA): Kementerian Pertahanan UEA melaporkan sembilan drone menghantam wilayahnya, menyebabkan dua orang tewas.
- Bahrain: Otoritas setempat menyatakan serangan menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya.
- Arab Saudi: Pihak berwenang berhasil menghancurkan dua drone di wilayah timur yang kaya minyak.
- Kuwait: Garda Nasional Kuwait melaporkan telah menembak jatuh enam drone.
Selain itu, Komando Pusat AS (US Central Command) mengonfirmasi telah menghancurkan beberapa kapal Iran di dekat Selat Hormuz, termasuk kapal penebar ranjau, guna mengamankan jalur perdagangan minyak dunia yang vital tersebut.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Dampak kemanusiaan dari konflik ini semakin mengkhawatirkan. Menurut data resmi masing-masing negara, jumlah korban tewas kini mencapai setidaknya 1.230 orang di Iran, 486 orang di Lebanon, dan 11 orang di Israel.
Di Lebanon, serangan udara Israel terus berlanjut. Pada Rabu pagi, serangan di kota Qana, Distrik Nabatieh, menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya.
Serangan terpisah di distrik Tyre dan Bint Jbeil juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Ketegangan memuncak setelah Kementerian Kesehatan Lebanon mengecam aksi militer Israel yang berulang kali menyasar tenaga medis.
Baca Juga: Ratusan Prajurit Amerika Mulai Membelot, Muak dengan Pembantaian Siswi SD di Minab
Pada Selasa lalu, sebuah serangan udara di kota Hanaouayh menewaskan dua orang yang terluka dan satu paramedis yang sedang berupaya memberikan pertolongan. Insiden serupa juga menimpa paramedis Palang Merah Lebanon yang terluka saat menjalankan tugas kemanusiaan pada Senin lalu.
Ketidakpastian Retorika Donald Trump
Presiden AS Donald Trump memberikan pesan yang kontradiktif. Di depan anggota parlemen, ia menyebut perang ini sebagai "ekskursi singkat".
Namun, melalui media sosial, ia mengancam akan melipatgandakan serangan jika Iran mencoba menutup Selat Hormuz.
Pasar keuangan global bereaksi sangat sensitif terhadap pernyataan ini. Pasar saham AS sempat berfluktuasi tajam, sementara harga minyak sempat melonjak ke level tertinggi sejak 2022 setelah Ayatollah Mojtaba Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya.
Saat ini, puluhan ribu warga di pinggiran selatan Lebanon telah melarikan diri menyusul perintah evakuasi dari militer Israel.
Berita Terkait
-
Benjamin Netanyahu Menghilang saat Israel Jadi 'Neraka Dunia', Isu Meninggal Dunia Makin Kuat
-
Iran ke AS - Israel: Akan Banyak Kejutan Menanti
-
Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
-
Pendidikan Iddo Netanyahu, Yahudi Cerdas Adik Benjamin Netanyahu yang Dikabarkan Tewas Dibom Iran
-
Potret Tel Aviv Luluh Lantak Dihujani Rudal Iran, Eks Tentara Israel: Netanyahu Penjahat!
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah