-
Iran bersiap menghadapi serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas minyak dan situs nuklir nasional.
-
Menlu Iran memperingatkan adanya kejutan militer jika kedaulatan energi mereka diganggu pihak lawan.
-
Harga minyak dunia diprediksi mencapai USD200 per barel jika konflik militer pecah terbuka.
Suara.com - Situasi geopolitik di Timur Tengah semakin memanas seiring dengan pernyataan tegas dari pemerintah Republik Islam Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan kesiapan penuh negaranya dalam menghadapi strategi berbahaya dari pihak Amerika Serikat dan Israel.
Langkah Washington tersebut dinilai bertujuan untuk memanipulasi stabilitas ekonomi yang terdampak oleh agresi militer yang sedang berlangsung.
Teheran melihat adanya upaya sistematis untuk mengubah peta kekuatan ekonomi di kawasan melalui aksi-aksi provokasi bersenjata.
Abbas Araghchi mengungkapkan pandangannya ini secara terbuka melalui kanal media sosial resmi miliknya pada hari Senin.
Menlu Iran menyebut keterlibatan militer Amerika Serikat baru-baru ini bukan sebagai sebuah keberhasilan melainkan kegagalan besar.
Dampak dari tindakan tersebut telah dirasakan secara global melalui lonjakan harga energi dan bahan pokok.
Kenaikan biaya hidup di tingkat internasional kini berada pada titik yang sulit ditoleransi oleh masyarakat dunia.
Iran memprediksi bahwa Amerika Serikat sedang menyusun rencana serangan mendadak yang menyasar pusat produksi energi nasional.
Baca Juga: Iran Tolak Tawaran Dialog Trump: Selama Ramadan Kami Tak Berbicara dengan Setan
“Sembilan hari setelah Operasi Epic Mistake dimulai, harga minyak telah berlipat ganda sementara semua komoditas meroket. Kita tahu AS sedang merencanakan serangan terhadap situs minyak dan nuklir kita dengan harapan dapat menahan guncangan inflasi yang besar. Iran sepenuhnya siap,” kata Araghchi dalam unggahannya di X.
Pemerintah Iran mencurigai langkah agresif ini diambil Amerika Serikat untuk mengendalikan dampak ekonomi akibat perang.
Dampak buruk tersebut terutama berkaitan erat dengan fluktuasi harga energi yang tidak terkendali di pasar global.
Tanpa merinci detail operasi teknisnya, pihak kementerian menekankan bahwa Iran tidak akan tinggal diam begitu saja.
Strategi balasan telah disiapkan untuk meredam ambisi militer lawan yang mencoba mengganggu kedaulatan sumber daya energi mereka.
“Dan kita juga memiliki banyak kejutan yang menanti,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran