Suara.com - Sampel DNA dari keluarga korban pesawat AirAsia QZ8501 dipastikan sudah terkumpul lengkap, yakni sebanyak 162 sampel.
Kepastian kelengkapan sampel ini, setelah Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Pol Endang Sanjaya datang ke Posko Crisis Center Polda Jatim di Surabaya untuk memberikan dua sampel warga NTT yang jadi korban AirAsia QZ8501.
Kapolda NTT Brigjen Pol Endang Sanjaya mengatakan, dua sampel DNA ini berasal dari keluarga Viona Vlorensia Abraham dan Indah Diani Abharam. Keduanya kakak beradik.
Menurut Endang, untuk mengambil sampel DNA ke pihak keluarga korban bukanlah hal mudah, karena harus menempuh perjalanan laut selama 3 jam.
"Kami harus mengambil sampel DNA di pulau Leti, pulau kecil yang ikut wilayah Maluku. Pelayaran disana hanya tiga bulan sekali, karena itu kami putuskan untuk berlayar di luar jadwal itu," ujar Endang di Polda Jatim, Kamis (15/1/2015).
Endang menjelaskan, keluarga Viona dan Indah tinggal di pulau Leti, Maluku. Pasca peristiwa AirAsia, ibu Viona dan Indah yang berprofesi sebagai Pendeta tidak mau ditemui siapapun.
Untuk mendapatkan sampel DNA, tim Polda NTT hanya memperolehnya dari Johanes Abraham, sang ayah. (Yovie Wicaksono)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
-
Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat
-
Massa Aksi di Balai Kota Depok Tuntut Kelanjutan Program MBG: Demi Sejahterakan Petani dan Nelayan
-
Arahan Prabowo ke Bahlil: Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Terulang
-
Perlawanan Terakhir Nadiem Makarim Jelang Putusan, Ini yang Akan Diungkap
-
Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya
-
KPAI Sesalkan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam: Itu Eksploitasi dan Manipulasi Anak!
-
Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU