Suara.com - Tim SAR Gabungan tetap memprioritaskan jenazah korban dalam operasi pencarian dan evakuasi. Namun, untuk mendukung misi tersebut pihak Basarnas juga tetap melakukan evakuasi terhadap badan pesawat yang sudah terdapat di tiga kilometer sebelah Timur lokasi penemuan ekor dengan kedalaman 28 meter.
Kata Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi, pengangakatan tersebut, bisa dilakukan dalam waktu setengah hari, apabila didukung oleh cuaca dan kekuatan arus yang baik.
"Kalau cuaca baik mungkin setengah hari sudah bisa terangkat itu badan pesawat, tapi kalau ada masalah teknik bisa sehari atau dua hari," kata Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis, (15/1/2015).
Menurut dia, kendala utama dalam mengangkat badan pesawat ini adalah masih dipengaruhi oleh cuaca dan arus laut. Namun, yang membedakan pengangkatan ekor dan badan ini adalah beratnya berbeda kemudian juga tumpukan lumpur yang ada di dalamnya.
Selain itu juga persiapan untuk melakukan pengangkatan juga belum ada, karena hingga saat ini belum ada kapal tongkang yang siap untuk mengangkut badan pesawat tersebut.
"Kalau badan lebih berat dibanding ekor dan kapal belum siap, minimal kapal bentuk tongkang," jelasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa operasinya besok akan dimulai lebih cepat untuk memanfaatkan kondisi yang kondusif di pagi hari. Ada pun sejumlah penyelam sudah disiapkan dan juga beberapa jumlah kapal.
"Besok kita mulai jam enam. Akan turunkan penyelam, tiga tim di Yos sudarso, Pacitan, Geosurvey, Baruna Jaya, Andromeda, dan KRI Barakudam dan Banda Aceh sudah tiba di posisi. Jadi kekuatan makin banyak," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang
-
Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital
-
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Rieke 'Oneng' Desak Negara Serius Tangani Isu Child Grooming, Singgung E-Book Aurelie Moeremans
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
BK DPR Ungkap Jantung RUU Perampasan Aset: Aset Rp 1 Miliar Bisa Disita
-
Bukan Hanya Nadiem, Ini Alasan Kejaksaan Sering Minta Bantuan TNI untuk Pengamanan Kasus Korupsi
-
Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?