Suara.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto mengaku sampai sore ini, Jumat (16/1/2015), belum mendapatkan surat resmi terkait kabar pergantian Kepala Badan Reserse dan Kriminal dari Komisaris Jenderal Suhardi Alius kepada Inspektur Jenderal Budi Waseso.
"Sampai saat ini kami belum terima surat terkait pergantian Kabareskrim. Saya belum dapat surat resmi tentang pergantian tersebut," ujar Agus di gedung Divisi Humas Mabes Polri.
Lebih jauh, Agus menjelaskan pergantian pejabat di institusi Polri, biasanya didasari dua hal.
Pertama, pergantian dalam rangka pembinaan karir. Kedua, agar mekanisme pelaksanaan tugas terus bergulir atau tidak terjadi stagnasi.
Pengangkatan atau pemberhentian perwira tinggi Polri juga harus atas persetujuan Presiden.
"Surat keputusan pemberhentian perwira tinggi atas setuju Presiden," katanya.
Seperti diketahui, di tengah isu penundaan pelantikan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, dari Mabes Polri muncul kabar yang mengejutkan, yakni pergantian jabatan Kabareskrim. Komisaris Jenderal Suhardi Alius dikabarkan dipindahtugaskan ke Lembaga Ketahanan Nasional.
Dan jabatan yang ditinggalkan Suhardi akan diisi oleh Budi Waseso yang saat ini menjabat Kepala Staf dan Pimpinan Polri.
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
'Ini Tidak Bisa Dilepas!', Nadiem Makarim Muncul Pakai Gelang Detektor di Sidang Korupsi Chromebook
-
KPK Duga Dua Ajudan Bantu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terima Gratifikasi
-
Momen Prabowo Tatap dan Tunjuk Menkeu Purbaya di Depan Gunungan Uang Rp10 Triliun
-
Viral Isu Prostitusi Anak di Blok M Libatkan WNA Jepang, Polda Metro Jaya Turun Tangan
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
-
DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini
-
Ibam Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Nadiem Makarim: Itu di Luar Nalar
-
Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan
-
Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang