Suara.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Agus Rianto, sedikit bercerita mengenai sosok Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius yang saat ini menjabat Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri.
"Sepanjang pengetahuan saya, saya kenal beliau (Suhardi Alius) pada tahun 1981," ujar Agus, di Gedung Mabes Polri, Jumat (16/1/2015).
Agus menuturkan, pada saat itu dirinya bersama Suhardi masih sama-sama duduk menjadi taruna kepolisian.
"Kami dulu sama-sama di taruna," imbuhnya.
Agus pun menambahkan, selama ini tidak pernah ada catatan-catatan merah yang menghambat perjalanan karier Suhardi. Suhardi sendiri diketahui merupakan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan tahun 1985.
"Beliau bintang tiga pertama di angkatan 1985. Tidak pernah ada catatan-catatan sehingga menghambat perjalanan karier beliau," tandasnya.
Seperti diketahui, beredar kabar bahwa selepas menjabat Kabareskrim, Suhardi akan dipindahkan ke Lembaga Ketahanan Nasional. Sementara itu posisi Kabareskrim nantinya akan diduduki oleh Inspektur Jenderal Budi Waseso.
Budi Waseso sendiri sebelumnya diketahui menjabat sebagai Kepala Staf dan Pimpinan Polri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran