Suara.com - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, meminta seluruh stasiun televisi tidak menyiarkan secara langsung penggerebekan kelompok teroris oleh kepolisian. MUI menilai penayangan langsung tidak layak untuk ditonton oleh masyarakat.
"Penayangan itu menyebabkan masyarakat menjadi imun. Masyarakat menganggap terorisme sebagai tontonan biasa," katanya dalam bedah buku "Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya" karya As'ad Said Ali di Kampus UIN Jakarta, Senin (26/1/2015).
Hadir dalam bedah buku itu sejumlah pakar dan pengamat terorisme, antara lain Rumadi Ahmad, Asep Kususanto, dan Zainul Milal Bizawie.
Dalam kesempatan itu, Cholil mengingatkan, pemberantasan terorisme tidak cukup dengan menangkap dan mengadili para teroris.
"Tidak cukup sekadar mengatasi teorisnya, tetapi juga yang terpenting adalah ismenya," kata Cholil.
Menurutnya, persoalan "isme" atau ideologi yang mendorong orang untuk melakukan aksi teror itu yang perlu diatasi.
Para pelaku teror dan pihak-pihak yang merekrut para calon "pengantin" yang akan menjalankan aksi teror selalu mengaitkan aksi yang mereka lakukan dengan spirit Agama Islam.
Menurut Cholil, MUI senantiasa mengingatkan kepada masyarakat bahwa ideologi Islam yang diusung oleh para teroris hanyalah merupakan alat pembenar untuk melakukan berbagai tindak kejahatan terorisme.
Sementara itu, sejarawan dan pengamat teroris Zainul Milal Bizawie mengatakan, munculnya terorisme di beberapa negara itu adalah karena kekuasaan dan ketidakadilan.
Dekan Fakultas Ushuludin UIN Jakarta Prof Dr Masri Mansoer saat memberikan pengantar mengatakan diskusi buku "Al Qaeda" itu memberikan pesan kepada mahasiswa untuk berhati-hati dalam memilih organisasi kemahasiswaan agar tidak terjebak dalam jaringan terorisme internasional. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Gubernur Kaltim Beli Mobil Dinas Mewah Rp 8,5 Miliar Di Tengah Efisiensi , Ini Respons Golkar!
-
Dissenting Opinion di Kasus Korupsi Minyak Pertamina: Hakim Mulyono Ragukan Unsur Kerugian Negara
-
KPK Pamerkan Barang Bukti Lima Koper Berisi Uang Rp5,19 Miliar Korupsi Bea Cukai
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen