Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Irjen Syahtrya Sitepu untuk mengusut kasus yang dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan, Kamis (29/1/2015).
Sayangnya, setelah dimintai keterangan penyidik KPK, Sitepu tidak bersedia memberikan keterangan apapun kepada wartawan. Dia langsung pergi meninggalkan gedung.
Ada kemungkinan pemeriksaan terhadap mantan Widyaiswara Utama atau Guru Utama Sekolah Pimpinan Polri tersebut untuk mendapatkan informasi tambahan.
Selain Sitepu, hari ini KPK juga menjadwalkan pemeriksaan tiga saksi, yaitu mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura periode 2009-2014 Susaningtyas NH Kertopati, ibu rumah tangga bernama Sintawati Soedarno Hendroto, dan pegawai negeri sipil bernama Tossin Hidayat.
Syahtrya telah dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri sejak Budi Gunawan ditetapkan menjadi tersangka.
Syahtrya diduga pernah jadi anak buah Budi Gunawan saat di Lembaga Pendidikan dan Kepolisian RI serta diduga mengetahui gratifikasi dan suap yang diduga diterima Budi.
Sebelumnya, sejumlah anggota Polri tidak mau datang ke KPK dengan berbagai alasan, mulai dari sakit sampai sedang bertugas. Ada ada yang tidak memberi alasan. Tapi KPK memiliki cara agar mereka mau datang, di antaranya surat panggilannya diberi tembusan kepada Presiden Joko Widodo.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Dipanggil KPK Saat Praperadilan, Kubu Yaqut Cium Indikasi Intervensi: Ini Sangat Aneh
-
Menhaj Tegaskan Persiapan Haji 2026 Tetap On Schedule di Tengah Situasi Timur Tengah
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Haji 2026
-
Penyelundupan Narkoba di Bandara Soetta, Modus Kemasan Minuman Hingga Sabun Thailand Terbongkar
-
Kapolri Ungkap Pesan Prabowo: TNI-Polri Harus Bersatu, Jangan Sampai Terpecah
-
Impor Mobil India Dinilai Sebagai Otokritik Atas Kartel Mobil di Indonesia
-
HUT ke-12 Suara.com Luncurkan Aura Research, Platform AI untuk Analisis Data dan Monitoring Isu
-
Gedung Tinggi Dilarang Sedot Air Tanah, PAM Jaya Ingatkan Ancaman Sinkhole Hantui Jakarta
-
Menhan Banyak Urusan, Gian Kasogi: Isu Keamanan Jangan Jadi Instrumen Politik Menuju 2029
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Haris Azhar: Perkara Ini Tidak Memenuhi Hak Asasi Manusia