Suara.com - Sebanyak 37 atlet Pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) meraih kontrak individu dengan sponsor untuk periode 2015 hingga 2017.
"Program kontrak individu dengan sponsor ini telah memasuki tahun ketiga, sekaligus sebagai pembuktian bagi para orang tua jika anak mereka menjadi atlet dan meraih prestasi bagus akan mendapatkan kehidupan layak," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal (Wsekjen) PBSI Achmad Budiharto, di Jakarta, Kamis (12/2/2015).
Disebutkan, di antara mereka ada atlet-atlet Pelatnas PBSI yang menandatangani kontrak sponsor dengan Yonex. Mereka adalah Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Riky Widianto, Richi Puspita Dili, Debby Susanto, Angga Pratama, Rian Agung Saputra, Ricky Karanda Suwandi, Berry Angriawan, Lina Wenifanetri, Bellaetrix Manuputty, Anggia Shitta Awanda, Della Destiara Haris, Rosyita Putri Ekasari, Hanna Ramadhini, Ihsan Maulana Mustofa, dan Anthony Sinisuka Ginting.
Kemudian ada sebanyak 12 atlet yang meraih sponsor Victor, yaitu Marcus Fernaldi Gideon, Alfian Eko Prasetyo, Annisa Saufika, Edi Subaktiar, Gloria Emanuelle Widjaja, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Lukhi Apri Nugroho, Masita Mahmudin, Jonatan Christie, Hafiz Faisal, Fitriani, serta Zakia Ulfa.
Selanjutnya, ada tujuh atlet Pelatnas PBSI yang mendapatkan sponsor Li Ning, yaitu Hardianto, Muhammad Bayu Pangisthu, Tiara Rosalia Nuraidah, Gebby Ristiyani Imawan, Riyanto Subagja, Rian Swastedian, serta Hantoro. Sedangkan atlet Suci Rizki Andini disebut mendapatkan kontrak sponsor dengan Flypower.
Selain ke-37 atlet bulutangkis Pelatnas itu, sebanyak 18 atlet juga dilaporkan masih melanjutkan kontrak dengan masing-masing sponsor. Mereka antara lain adalah Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Praveen Jordan, Muhammad Rian Ardianto dan Ni Ketut Mahadewi yang disponsori Yonex. Kemudian ada Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Firman Abdul Kholik, Maretha Dea Giovani dan Fajar Alvian yang disponsori Victor.
Lainnya, lima atlet Pelatnas yang masih terikat kontrak dengan Astec adalah Simon Santoso, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, Ade Yusuf, Ronald Alexander, serta Melati Daeva Oktavianti. Lalu ada Gregoria Mariska yang masih menjalin kontrak dengan Li Ning, sedangkan Kenas Adi Haryanto dan Dinar Dyah Ayustine masih terikat kontrak dengan Dunlop.
Kepala Bidang Pemasaran dan Sponsorship PBSI, Yoppy Rosimin mengakui, Yonex menjadi sponsor yang paling banyak untuk atlet pada periode 2015-2017 ini.
"Tapi, masih ada empat atlet yang masih dalam proses negosiasi dengan sponsor, yaitu Melvira Oklamona, Nisak Puji Lestari, Rika Rositawati dan Meirisa Cindy Sahputri," kata Yoppy.
Yoppy menyebutkan, meski Yonex menjadi sponsor yang paling banyak menyepakati kontrak dengan atlet-atlet PBSI, Li Ning masih memegang sponsor untuk seragam tim nasional hingga 2016.
"Li Ning akan menjadi sponsor tim nasional pada kejuaraan beregu seperti Piala Thomas dan Piala Uber, serta Piala Sudirman. Sedangkan untuk pertandingan multi-olahraga seperti Asian Games atau SEA Games, kami mengikuti kebijakan dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)," paparnya.
Dijelaskan Yoppy pula, penentuan nilai kontrak oleh pihak sponsor didasarkan pada prestasi masing-masing atlet, potensi prestasi masing-masing atlet untuk atlet muda, serta penampilan atlet.
"Untuk atlet berpotensi seperti Kevin, Anthony dan Fitriani. Sedangkan untuk atlet dengan penampilan menarik, seperti Gloria, Hanna, Jonatan atau Bella," kata Yoppy.
PBSI, lanjut Yoppy, juga mewajibkan para sponsor untuk mengirim atlet-atlet Pelatnas ke turnamen di luar negeri, dengan biaya tiket dan hotel ditanggung pihak sponsor.
"Itu aturan baru mulai tahun ini. Pada 2015, minimal satu kali turnamen di luar negeri, dan pada 2016 minimal dua kali turnamen di luar negeri," tutur Yoppy.
Yoppy mengatakan, nilai kontrak para atlet Pelatnas PBSI kali ini sendiri mengalami kenaikan, bahkan ada atlet yang meraih kenaikan nilai kontrak hingga 400 persen.
"Saya tidak dapat menyebut siapa yang dapat peningkatan nilai kontrak empat kali lipat ataupun nilai kontraknya. Tapi, mereka yang meraih medali pada Asian Games 2014 mendapatkan nilai kontrak yang tinggi," ujar Yoppy.
Sementara itu, selain para atlet, PBSI juga disebut menghubungkan sponsor dengan para pelatih. Sejauh ini, hampir seluruh pelatih Pelatnas PBSI telah terjalin kontrak dengan Yonex, kecuali Sarwendah Kusumawardhani, Hendry Saputra dan Endang Nursugianti, yang masih terikat kontrak dengan Victor hingga pertengahan 2015. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi