Suara.com - Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Kombes Kadarusman mengerahkan 700-an pasukan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/2/2015). Itu untuk menjaga KPK.
Kadarusman menjelaskan pasukannya itu untuk megantisipasi dampak tingginya tensi setelah diputuskannya sidang praperadilan oleh Hakim Sarpin Rizaldi di PN Jakarta Selatan.
"Kurang lebih 700-an, mulai pagi tadi khusus Gedung KPK. Kalau titik lain sudah ada penanggung jawab lain. Ada gabungan Bhayangkara (Sabara), Brimob. Kemudian fungsi teknis lainnya," kata Kadarusman di Gedung KPK.
Namun, ketika diminta tanggapannya terkait hasil keputusan itu, dia enggan menjawab. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada hakim yang sudah membuat keputusan tersebut.
"Itu putusan kan sudah keputusan hakim. Itu bukan kapasitas saya. Saya ke sini sebagai ketua tim asistensi untuk melihat bagaimana kesiapan personil yang sudah di-ploting di Gedung KPK ini," jawabnya.
Saat ini situasi di Gedung KPK memang tidak terlalu ramai hanya ada puluhan buruh yang terus mendesak untuk memberantaskan korupsi dan mendukung KPK.
Setelah didatangi oleh komunitas Solidaritas pelajar dan komunitas sepeda tua (Onthel) tadi pagi dan kaum buruh sekatang, situasi KPK tidak terlalu ramai. Meskipun begitu, pihak kepolisian sudah menyiagakan dua unit watercanon untuk mengantisipasi pendemo rusuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang