Suara.com - Ketua DPR Setya Novanto menegaskan, DPR tidak akan menyetujui Kapolri yang dicalonkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu Badrodin Haiti, dalam waktu dekat ini. Setya beralasan, saat ini DPR tengah masuk masa reses.
"Nggak mungkin (menerima pencalonan ini). Karena reses, semua anggota saya minta kembali ke daerah pemilihan (Dapil)," tegas Setya, di DPR, Jakarta, Rabu (18/2/2015).
Hari ini, DPR mengetok jadwal reses lewat paripurna. Reses masa sidang II 2014, mulai dari besok hingga 22 Maret 2015.
Karenanya, Setya menegaskan, DPR baru akan menindaklanjuti surat presiden pada tanggal 23 Maret. Namun, hingga saat ini belum ada surat pengajuan Kapolri yang masuk ke DPR.
"Surat belum diterima sampai saat ini. Kita baru akan bekerja setelah 22 Maret nanti. Baru sesuai dengan UU 2/2002 Kapolri, DPR punya waktu 20 hari untuk memberikan persetujuan ke Presiden," kata dia.
Untuk prosedur persetujuan DPR tentang Kapolri, Presiden perlu mengirim surat ke Pimpinan DPR, kemudian dibacakan dalam Paripurna untuk diserahkan kepada Badan Musyawarah (Bamus).
Setelah dari Bamus, diparipurnakan lagi untuk diserahkan kepada Komisi III untuk melakukan fit and proper test. Setelah ada hasilnya, Komisi III akan melaporkan ke Paripurna tentang sikapnya, menerima atau menolak usulan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!