- Politikus Fahri Hamzah menganalisis kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto setelah satu tahun menjabat di publik.
- Fahri menilai Prabowo adalah pemimpin independen yang sesungguhnya, tanpa intervensi kekuatan di belakang layar.
- Prabowo melakukan gebrakan "kejutan birokrasi" berupa pemotongan anggaran tanpa negosiasi politik berbelit-belit.
Suara.com - Politikus Fahri Hamzah memberikan pembelaan sekaligus analisis mendalam terkait gaya kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang kini genap berusia satu tahun pemerintahan.
Fahri menyebut Prabowo sebagai sosok pemimpin yang memiliki banyak kelebihan namun paling sering disalahpahami oleh publik.
Dirinya juga menilai skeptisisme publik yang masih muncul saat ini merupakan sisa-sisa dari kontroversi masa lalu yang terus direproduksi. Padahal, menurutnya, Prabowo saat ini berada pada fase kepemimpinan yang paling tulus dan independen dalam sejarah politik Indonesia.
Salah satu poin yang menjadi perhatian Fahri adalah kemandirian Prabowo dalam mengambil keputusan.
Ia mengklaim bahwa Prabowo mungkin menjadi satu-satunya Presiden Indonesia yang benar-benar memegang kendali kepemimpinan tanpa intervensi kekuatan di belakang layar.
"Menurut saya inilah satu-satunya presiden yang tidak dikendalikan dari belakang. Cuma Pak Prabowo ini yang leadership-nya real, bahwa dia yang memimpin, dialah yang memutuskan," ujar Fahri Hamzah dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Selasa (13/1/2026).
Fahri menambahkan, pada usianya yang ke-75 tahun, Prabowo sudah tidak lagi mengejar pencitraan atau membutuhkan restu dari kelompok lobi maupun kekuatan uang yang biasanya mengendalikan politik dari balik layar.
"Dia bilang, 'Buat apa lagi saya berpura-pura? Buat apa lagi saya mesti cari pencitraan?'. buat apalagi saya harus minta restu dari kekuatan A, kekuatan B yang selama ini mengendalikan politik dari belakang’," tambahnya.
Dalam setahun perjalanannya, Prabowo melakukan gebrakan yang disebut Fahri sebagai bureaucracy shock atau kejutan birokrasi.
Baca Juga: Ketua Komisi II DPR: Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN adalah Pesan 'No Point to Return'
Hal ini terlihat dari keberanian Presiden dalam memotong anggaran yang dianggap boros secara langsung, tanpa melalui negosiasi politik yang berbelit-belit seperti biasanya.
Menurut Fahri, keberanian Prabowo memotong anggaran tanpa kompromi dengan kepentingan partai atau kelompok lobi seringkali membuat banyak pihak terkejut dan merasa tidak nyaman.
Namun, hal itu dianggap sebagai langkah perlu untuk mengubah nasib bangsa.
Fahri juga menanggapi terkait banyaknya gugatan dan kritik yang dialamatkan kepada pemerintahan baru ini, dirinya mengajak publik untuk berterus terang dalam menilai Prabowo dan mulai meninggalkan stigma masa lalu.
Ia menilai dukungan mantan Presiden Jokowi di masa transisi politik sebelumnya merupakan game changer yang memberikan ruang bagi Prabowo untuk membuktikan visinya bagi Indonesia.
"Dan seharusnya kita sekarang menoleh kepada siapa Prabowo ini sebenarnya yang sebenar-benarnya," pungkas Fahri. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Ketua Komisi II DPR: Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN adalah Pesan 'No Point to Return'
-
Minta Dasco Telepon Prabowo soal Efisiensi Dana Desa, Purbaya: Dia Kan Punya Hotline
-
Usai Bermalam di IKN, Prabowo Tinjau Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
KPK Pamerkan Barang Bukti Lima Koper Berisi Uang Rp5,19 Miliar Korupsi Bea Cukai
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas