Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Nurdin Halid, menuding ada money politic dalam penyelenggaraan Munas Golkar di Jakarta.
Menurut Ketua Stering committee Munas Golkar Bali ini, hal tersebut tidak layak diungkapkan. Sebab, bila hal ini diungkap, bukan tidak mungkin partai berlambang beringin ini hancur.
"Kalau ngomongin duit, kita bisa buka-bukaan. Kalau itu dilakukan, kita mungkin bisa hancur-hancuran. Saya tidak setuju itu," kata Nurdin dalam penyampaian pada sidang Mahkamah Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (25/2/2015).
Hal itu dikatakannya lantaran ada tudingan dari saksi kubu Agung Laksono tentang kucuran dana Rp1,5 miliar dari Nurdin Halid untuk memenangkan Ical pada Munas Bali. Nurdin pun telah membantah tudingan itu dan siap dikonfrontir terhadap saksi yang menerima uang itu.
Di sisi lain, Nurdin menambahkan, pihaknya punya saksi yang akurat untuk pengungkapan kasus money politic pada saat Munas Jakarta digelar.
Nurdin memaparkan, ada 80 orang peserta Munas Jakarta yang mendapatkan uang Rp350 juta sebagai penyukses Munas tersebut.
"Mohon majelis tanyakan juga kepada pemohon (kubu Agung), kami membawa saksi yang menerima Rp350 juta termasuk sms yang sampaikan tentang itu. Ada 80 orang peserta Munas Ancol bersedia hadir untuk membuktikan (menerima uang) itu,"ujar Nurdin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?