Suara.com - Tukang jagal kelompok radikal ISIS, Muhammad Emwazi atau Jihadi John mengaku bekerja sebagai relawan kemanusiaan ke orangtuanya di Kuwait. Pengakuan itu didapatkan dari ibunda Emwazi.
Seperti dilansir ABC, Senin (2/3/2015), ibunda Emwazi diperiksa Pemerintah Kuwait. Dia mengaku terakhir kali berhubungan dengan anaknya pada pertengahan 2013. Saat itu lah, Emwazi mengku kerja di Suriah sebagai relawan.
Ibunda Emwazi pun kaget, karena anaknya mendadak terkenal di sebuah video. Dia memenggal kepala tawanan ISIS.
Berbagai pihak sejauh ini sudah diwawancarai untuk mencari sosok Emwazi sebenarnya. Sebut saja seorang mantan guru Emwazi yang mengtakan jika muridnya itu cenderung tempramental. Namun mantan bos Emwazi di Kuwait mengaku mantan anak buahnya itu sebagai sosok yang tenang.
"Dia adalah karyawan terbaik yang pernah kita miliki," kata mantan Bos Emwazi.
Sebelumnya, John tampil dalam sejumlah video yang diunggah ISIS ke dunia maya, termasuk pemenggalan terhadap pekerja sosial Inggris, Alan Henning.
Emwazi yang diyakini berusia 27 tahun berasal dari keluarga yang mampu di London Barat. Dia lulus kuliah dengan gelar sarjana komputer.
Sahabat John di media mengungkapkan, Emwazi mengalami radikalisasi setelah melakukan perjalanan ke Tanzania setelah lulus kuliah. Ahli radikalisasi dari Inggris menyatakan, identitas asli Jihadi John yang disebut sebagai Muhammad Emwazi sebagai informasi yang akurat.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah sahabatnya, Emwazi merupakan sosok yang sopan. Dia juga dikenal sebagai umat Muslim yang senang menggunakan pakaian yang stylish. Dia diyakini terbang ke Suriah pada 2012 dan bergabung dengan ISIS.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat
-
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia
-
Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998