Suara.com - Ratusan mama-mama asli Papua yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP), Selasa (3/3/2015) mendatangi kantor Gubernur Papua melakukan aksi unjuk rasa terkait permintaan proteksi bagi pedagang asli Papua.
Aksi unjuk rasa Mama-mama Papua yang dikoordinir Roberth Djitmau itu juga didukung oleh aktivis mahasiswa dari GMKI, PMKRI, FIM, Bem Uncen dan Bem Umel Mandiri.
Mama-mama Papua yang berdagang di sejumlah pasar di Papua melakukan long march dengan membagikan selebaran yang bertuliskan “ Miliaran dana Raimuna, Otsus Plus, KNPI, Natal Nasional baru untuk Mama-mama Papua? Sehingga menimbulkan kemacetan total di sepanjang jalan protokoler Kota Jayapura.
Dalam aksi unjuk rasa itu, massa mendesak Gubernur Papua menerbitkan peraturan daerah khusus (Perdasus) untuk melindungi pedagang asli Papua yang mulai tersingkir akibat monopoli pedagang dari warga pendatang.
Mereka juga menuntut pembangunan pasar permanen untuk pedagang mama-mama asli Papua yang sudah dijanjikan Presiden Jokowi saat perayaan Natal Bersama 2014 lalu.
"Intinya kami meminta pemerintah untuk melarang pihak toko, swalayan, mall dan hypermart dalam menjual komoditi Papua seperti pinang, sirih, sagu, betatas, kangkung. Cukup kami saja pedagang asli yang menjualnya,"kata Juliana Pigai, perwakilan dari Solpap.
Mama-mama Papua mengaku kecewa karena selama ini Pemerintah Provinsi Papua hanya menghamburkan uang untuk kepentingan kelompok seperti salah satu contoh yakni pelaksanaan Kongres KNPI yang baru-baru inu menelan anggaran hingga Rp15 miliar.
"Hak kami sudah dirampas kemudian uang miliaran Rupiah diberikan untuk kepentingan kelompok. Terus kami mama-mama Papua dapat apa?" tanyanya.
Lebih jelas mama-mama Papua menginginkan adanya proteksi dan skala prioritas sesuai UU Otonomi Khusus Papua. (Lydia Salmah)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi