Suara.com - Hei Tang, nama lelaki itu. Dia tinggal di Desa Yanglio, Shaoyang, Hunan, Cina.
Suatu hari, Hei amat stres lantaran ditinggal pacar, yang disusul dengan kematian sang ayah.
Stres yang dialami Hei amat berat, sampai-sampai membuatnya mengalami gangguan kejiwaan. Gila.
Penyakit itu membuat Hei kerap mengamuk dan membuat onar. Untuk meredam amarah Hei, sang ibu, Shuangqiang Tang, 46, terpaksa 'memenjarakannya' di kandang ayam.
Selama 13 tahun, warga desa tak tahu Hei tinggal di kandang ayam. Warga, tahunya, Hei pergi meninggalkan desa ke suatu tempat.
Kisah Hei, akhirnya terungkap, setelah teman-temannya mendatangi desa dan menemui ibunya. Dan di situ-lah, mereka mendapati kondisi Hei yang amat memilukan.
"Kami tidak melihat dia selama bertahun-tahun. Kami memutuskan mengunjungi ibunya dan mencari tahu apa yang terjadi padanya," kata Hsiung Kuo, teman Hei, seperti dikutip dari laman Mirror.
"Dia di sana selama 13 tahun. Ibunya mengatakan kalau ini solusi terbaik untuk dapat mengatasi Hei," lanjut Hsiung.
Sementara itu, Shuangqiang, ibu Hei, mengatakan bahwa dirinya terpaksa menaruh anaknya di kandang ayam untuk meredam amarahnya.
"Saya tidak punya solusi lain, selain menempatkannya di sini," tuturnya.
"Saya tidak punya uang untuk mengobatinya. Uang saya cuma cukup untuk makan," lanjutnya.
"Saya kadang bertanya-tanya, apa yang akan terjadi padanya jika saja mati. Saya takut tak ada yang merawatnya," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Fenomena Sadfishing di Media Sosial, Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
Indonesia Darurat Kesehatan Mental, Kasus Terbanyak: Depresi, Anxiety, dan Skizofrenia
-
Melihat Aktivitas ODGJ di Posyandu Jiwa Kota Kediri
-
Bukan Penipuan! Ternyata Ini Motif Pria Tabrakan Diri ke Mobil di Tanah Abang
-
Terkunci dalam Kamar Saat Kebakaran, Pria ODGJ Tewas di Tambora
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Terpengaruh Film Porno! Dua Pelajar Ditangkap Usai Begal Payudara Siswi SMP di Kembangan
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Insiden Mobil Patwal Senggol Warga di Tol Tomang, Kakorlantas: Sudah Ditangani!
-
Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul
-
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
-
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera